Gorontalo Terkini
Kabar Baik! Tak Ada Penambahan Kasus Leptospirosis di Gorontalo
Laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diterima pada Senin, 12 Agustus 2024, mengungkapkan adanya dua kasus baru: satu di Kota G
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Perkembangan terkini mengenai kasus Leptospirosis di Provinsi Gorontalo menunjukkan jumlah korban yang masih stabil di angka 53 orang hingga hari ini, Rabu (14/8/2024).
Laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diterima pada Senin, 12 Agustus 2024, mengungkapkan adanya dua kasus baru: satu di Kota Gorontalo dan satu lagi di Kabupaten Gorontalo.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Jeane Dalie, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban sudah dalam proses pemulihan.
"Belum ada penambahan kasus baru. Total kasus tetap 53 per tanggal 12 Agustus," jelas dr. Jeane kepada TribunGorontalo.com pada Rabu, 14 Agustus 2024.
Jeane menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.
Leptospirosis, yang disebabkan oleh bakteri dari kencing tikus, dapat menular tidak hanya melalui kontak langsung dengan air yang terkontaminasi tetapi juga melalui makanan atau luka di kulit.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya, buang sisa makanan ke tempat sampah untuk menghindari attract tikus," tambahnya.
Selain itu, dr. Jeane merekomendasikan penggunaan alat pelindung seperti sepatu boot bagi petani dan sarung tangan bagi warga yang beraktivitas dekat tempat pembuangan sampah.
Sisa-sisa makanan yang tidak dibuang dengan benar dapat menarik tikus, yang berpotensi menyebarkan bakteri penyebab penyakit ini.
Leptospirosis telah menewaskan empat orang di Provinsi Gorontalo, dan penyakit ini cenderung berkembang di area bekas banjir, kawasan kumuh, serta lokasi peternakan dan pertanian.
Dalam rangka mengatasi penyebaran penyakit ini, pihak Dinas Kesehatan sedang gencar melakukan sosialisasi tentang hidup sehat dan melakukan skrining di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.
"Kami juga meningkatkan pengetahuan tenaga medis dan kesehatan dalam mendeteksi dan mendiagnosa Leptospirosis," pungkas dr. Jeane. (*)
| Warga Keluhkan Jalan Berlubang di Desa Lohumbo Boalemo Gorontalo Rawan Kecelakaan |
|
|---|
| Tiga Orang Anak Tunarungu di Gorontalo Utara Semangat Belajar Agama Islam dengan Bahasa Isyarat |
|
|---|
| Jalan Taman Buah di Kota Gorontalo Diperbaiki April 2025, Pemkot Siapkan Dana Rp 2,5 Miliar |
|
|---|
| Perbaiki 6 Ruas jalan di Kota Gorontalo, Pemkot Siapkan Dana Rp 12,2 M, Cek Jalan Apa Sajakah Itu |
|
|---|
| Akibat Truk Kontainer, Kabel Listrik di Bone Bolango Gorontalo Jatuh, Dua Orang Jadi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penyebaran-Leptospirosis-ini-menjadi-alarm.jpg)