Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Politik Nasional

PKB Ikuti Langkah PKS di Pilgub DKI Jakarta: Dukung Anies atau Cari Alternatif?

Ketua DPP PKB, Ahmad Iman Sukri, mengungkapkan bahwa keputusan akhir PKB akan bergantung pada langkah PKS, yang merupakan partai pemenang pemilihan le

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto PKB Ikuti Langkah PKS di Pilgub DKI Jakarta: Dukung Anies atau Cari Alternatif?
istimewa
Anies Baswedan. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Iman Sukri mengatakan pihaknya akan mengikuti keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal dukungan kepada Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan sikap yang sejalan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait arah dukungan mereka dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

Ketua DPP PKB, Ahmad Iman Sukri, mengungkapkan bahwa keputusan akhir PKB akan bergantung pada langkah PKS, yang merupakan partai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) di Jakarta.

Iman menegaskan, jika PKS memutuskan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur, PKB juga akan mengikuti keputusan tersebut.

Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan dalam Koper di Kabupaten Pangkep, Simak Faktanya

Namun, jika PKS memutuskan untuk tidak mendukung Anies, maka PKB juga akan menyesuaikan sikapnya.

Menurutnya wajar jika pihaknya mengikuti langkah PKS, sebab merupakan partai pemenang pemilihan anggota legislatif (pileg) 2024. 

PKB diketahui hanya memiliki 10 kursi, jadi keputusan PKS akan sangat berpengaruh pada arah dukungan.

Sementara itu, Iman juga menambahkan bahwa PKB masih dalam tahap komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengenai potensi koalisi untuk Pilkada Jakarta.

“Ini lagi diobrolin masing-masing, karena belum final. Pokoknya tunggu seminggu lah, pasti ada keputusan finalnya,” kata Iman.

Namun, Iman enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai kemungkinan koalisi antara PKB dan PDI-P.

Ia hanya menyebutkan bahwa pembicaraan lebih menonjol di Jawa Timur untuk Pilgub, sementara di Jakarta, situasinya masih belum jelas.

Sebelumnya, PKS telah mengakui bahwa partainya membuka peluang untuk meninggalkan Anies Baswedan sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta.

Baca juga: Putin Perintahkan Tentara Usir Pasukan Ukraina

Menurut Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid, keputusan ini diambil karena Anies dianggap gagal dalam mencari mitra koalisi yang dapat mengusung duet Anies Baswedan dan Sohibul Iman (AMAN).

"Mas Anies sudah diberikan karpet merah dengan memperoleh 18 kursi PKS. Bahkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu telah turun tangan mencari mitra koalisi agar Mas Anies bisa memenuhi kekurangan kursi tersebut," kata Kholid pada Rabu (7/8/2024).

Kholid menambahkan bahwa PKS kini sedang mempertimbangkan opsi lain jika Anies tidak dapat mendapatkan dukungan koalisi yang diperlukan.

“Tenggat waktu 40 hari sejak deklarasi AMAN seharusnya cukup untuk memastikan tiket ini berlayar. Kami mulai membuka komunikasi dengan semua pihak untuk memastikan kami dapat berpartisipasi dalam Pilkada,” jelasnya.

Menanggapi situasi ini, Kholid juga mengungkapkan bahwa pimpinan PKS kini serius mempertimbangkan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jakarta.

"Opsi ini sedang dikaji oleh pimpinan PKS,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved