TribunPodcast
Perjuangan Kemanusiaan Dua Relawan Saat Banjir Melanda Gorontalo
Dua relawan yang terlibat langsung dalam upaya penanggulangan bencana, Oskar N. Abas dan Indana R. Lilirtiqa, berbagi cerita tentang perjuangan mereka
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Podcast-di-TribunGorontalocom-bersama-dua-orang-relawan-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Menjadi relawan memiliki makna yang mendalam, terutama saat bencana seperti banjir yang baru-baru ini melanda Gorontalo.
Dua relawan yang terlibat langsung dalam upaya penanggulangan bencana, Oskar N. Abas dan Indana R. Lilirtiqa, berbagi cerita tentang perjuangan mereka dalam podcast Anjangsana TribunGorontalo.com pada Kamis (8/8/2024).
Oskar N. Abas, Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo, mengungkapkan bagaimana pengalaman tersebut sangat berarti bagi dirinya dan timnya.
"Banjir kemarin memberikan banyak kesan bagi kami. Meski kami beroperasi dengan anggaran yang terbatas, semangat kami untuk membantu masyarakat tidak pernah pudar," kata Oskar.
Saat menghadapi banjir luapan Danau Limboto, tim relawan merasa kewalahan karena durasi bencana yang panjang hingga 20 hari.
"Kami menargetkan 200 makanan siap saji, tetapi jumlah yang dibutuhkan ternyata lebih dari itu. Kami terpaksa memasak lebih banyak dari yang direncanakan, dan melihat semangat relawan yang tak tergoyahkan, itu sangat menyentuh," tambah Oskar.
Sementara itu, Indana R. Lilirtiqa, Direktur Program Rumah Kami Peduli Gorontalo, mengungkapkan motivasinya untuk menjadi relawan.
"Saya bergabung dengan komunitas relawan pada tahun 2023 secara kebetulan, dan sejak saat itu saya merasa terhubung dengan misi kemanusiaan ini," ujarnya.
Indana juga bercerita tentang pengalaman tak terlupakan saat banjir bandang di Tolinggula.
"Kami memulai perjalanan jam 10 malam dan tiba di lokasi pada jam 5 pagi. Sesampainya di sana, kami langsung terjun membantu," cerita Indana.
Pengalaman di Kayu Bulan juga sangat berkesan bagi Indana.
"Ketika kami sampai di sana, kami tidak menyangka air sudah mencapai dada. Kami harus menggunakan perahu untuk bergerak," tambahnya.
Keduanya sepakat bahwa pengalaman mereka selama banjir penuh dengan momen-momen emosional dan inspiratif.
"Banyak hal yang membuat kami terharu, baik dari cerita warga maupun dari kisah para relawan lainnya," tutup Oskar dan Indana. (*)