Selasa, 10 Maret 2026

Viral Nasional

4 Fakta Bos Toko Dibunuh Putrinya, Ditemukan Terlentang oleh Penjual Tisu

Penemuan jenazahnya yang begitu mengenaskan ini bermula dari seorang pedagang tisu yang hendak mengambil dagangannya yang dititipkan di kios S.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 4 Fakta Bos Toko Dibunuh Putrinya, Ditemukan Terlentang oleh Penjual Tisu
TRIBUN
Lokasi tempat ditemukan jasad S, bos toko perabot rumah tangga yang tewas di Duren Sawit, Jakarta. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Misteri kematian tragis S (55), bos toko perabot rumah tangga, akhirnya terungkap.

S ditemukan tewas bersimbah darah di kiosnya di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat (21/6/2024).

Penemuan jenazahnya yang begitu mengenaskan ini bermula dari seorang pedagang tisu yang hendak mengambil dagangannya yang dititipkan di kios S.

Pedagang yang biasa berjualan di pasar malam Kanal Banjir Timur (KBT) itu menemukan jasad S dalam kondisi terlentang dan tertutupi selimut.

Situasi kios yang gelap dengan rolling door yang digembok dari luar menambah ketegangan saat pintu dibuka paksa.

1. Proses Olah TKP dan Otopsi

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk dilakukan otopsi.

Polda Metro Jaya kemudian mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban, seorang remaja perempuan berinisial KS (17).

2. Penangkapan Pelaku

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menyatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap di Jalan Masjid Baitul Latif, Pondok Bambu, Duren Sawit.

"Sudah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan di toko serbaguna, Duren Sawit," ungkap Titus pada Senin (24/6/2024).

Menurut Titus, berdasarkan hasil penyelidikan awal, hanya ada satu pelaku dalam kasus ini.

"Sesuai dengan fakta dan pemeriksaan awal yang kami lakukan, untuk pelaku hanya satu.

Kalau disebutkan oleh pihak lain ada dua, silakan dikonfirmasi ke pihak tersebut," tambahnya.

3. Keterangan Lingkungan

Komarudin, pengurus lingkungan tempat S tinggal, menuturkan bahwa S selama ini hanya tinggal bersama dua anaknya yang berusia 15 dan 17 tahun di kios yang juga digunakan sebagai tempat tinggal.

Namun, pada malam kejadian, kedua anak korban tidak terlihat dan tidak dapat dihubungi.

"Saat malam kejadian saya sudah coba menghubungi anaknya. Handphone anaknya aktif, tapi tidak diangkat. Sampai jam 03.00 WIB kedua anaknya tidak hadir," ujar Komarudin.

4. Pembunuhan

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicholas Ary Lilipaly menyatakan bahwa motif pembunuhan ini diduga karena sakit hati.

Kedua anak korban tega menusuk ayahnya karena dimarahi setelah mencuri uang sang ayah.

5. Luka pada Korban

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa korban mengalami dua luka tusuk di pinggang yang menyebabkan pendarahan hebat dan luka sayatan di telapak tangan.

"Tangannya ada luka sobek. Di pinggang ada dua bolong (luka tusuk)," jelas Komarudin.

Berdasarkan keterangan sesama pedagang dan pegawai S, sejumlah barang berharga milik korban hilang, termasuk sepeda motor, ATM, dompet, dan handphone.

Hingga jenazah S dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, kedua anak korban tidak tampak di lokasi.

"Saya sudah coba menghubungi anaknya, tapi tidak diangkat. Sampai jam 03.00 WIB kedua anaknya tidak hadir," kata Komarudin.

Polisi kini masih terus mendalami berbagai aspek untuk memastikan keadilan bagi korban dan mengungkap kebenaran di balik tragedi ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved