Senin, 16 Maret 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 124: Ide Pokok dan Ide Penjelas Teks Biografi

Berikut kunci jawaban latihan soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA halaman 1124 Kurikulum Merdeka.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 124: Ide Pokok dan Ide Penjelas Teks Biografi
Tribunnews.com
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 124 Kurikulum Merdeka 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut kunci jawaban latihan soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA halaman 1124 Kurikulum Merdeka.

Siswa SMA dapat belajar melalui soal lengkap dengan kunci jawabannya dengan dampingan orang tua.

Siswa kelas 10 diwajibkan untuk belajar untuk persiapan Ulangan, UTS, dan UAS.

Melalui latihan dari contoh soal materi salah satu mata pelajar yakni pelajaran Bahasa Indonesia.

Dilengkapi dengan dengan kunci jawaban, para siswa maupun orangtua dapat melihat kunci jawaban sebagai media pembelajaran.

Untuk pemberitahuan bahwa soal-soal yang terdapat dalam artikel ini hanya sebagai bahan untuk belajar.

Siswa diwajibkan dapat mengerjakan soal terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban yang terdapat dalam artikel ini.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 SD Halaman 186: Tulis Data Kelengkapan Sekolah lalu Buat Diagram

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124

Setelah memahami penjelasan di atas, kalian dapat berlatih untuk menemukan ide pokok dan ide penjelas dalam teks biografi pada kegiatan menyimak.

Guru atau salah satu teman sekelompok dapat membacakan teks biografi Ki Hadjar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia di atas.

Pahami dan catat informasi penting di dalamnya.

Tentukan ide pokok dan ide penjelas dalam teks tersebut.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 SD Halaman 182 183: Tulis Karangan Sesuai Pikiran Pokok yang Diberikan

Kunci Jawaban :

1. Paragraf 1

  • Ide pokok: Nama Ki Hadjar Dewantara bukanlah nama pemberian orang tuanya sejak lahir.
  • Ide penjelas:

a. Nama aslinya ialah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir di Yogyakarta, tanggal 2 Mei 1889.

b. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga keraton Yogyakarta.

c. Saat berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, barulah berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara.

d. Semenjak itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 SD Halaman 167: Buat Diagram Sesuai Data Warna Rumah

e. Hal ini dimaksudkan agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

f. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera).

g. Lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak dapat ia selesaikan.

2. Paragraf 2

  • Ide pokok: Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal.
  • Ide penjelas:

a. Kemampuan menulisnya terasah ketika ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.

b. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

c. Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik.

d. Semenjak itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya.

Baca juga: Kunci Jawaban Latihan Soal Tema 6 Kelas 6 SD K13 Halaman 93: Ayo Mengamati

e. Hal ini dimaksudkan agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

f. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera).

g. Lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak dapat ia selesaikan.

3. Paragraf 3

  • Ide pokok: Pada tanggal 25 Desember 1912, mereka mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.
  • Ide penjelas:

a. Selain itu, pada bulan November 1913, Ki Hadjar Dewantara membentuk Komite Bumipoetra yang bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda.

b. Salah satunya adalah dengan menerbitkan tulisan berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan “Een voor Allen maar Ook Allen voor Een” (Satu untuk Semua, te tapi Semua untuk Satu Juga).

c. Kedua tulisan tersebut menjadi tulisan terkenal hingga saat ini.

d. Tulisan “Seandainya Aku Seorang Belanda” dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker.

Baca juga: 30 Kunci Jawaban Latihan Soal Pelajaran Sejarah Kelas 10 SMA Tahun 2024: Pilihan Ganda

4. Paragraf 4

  • Ide pokok: Akibat aktivitas dan tulisannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jenderal Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara.
  • Ide penjelas:

a. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo, rekan seperjuangannya, menerbitkan tulisan yang bernada membela Ki Hadjar Dewantara.

b. Mengetahui hal ini, Belanda pun memutuskan untuk menjatuhi hukuman pengasingan bagi keduanya.

c. Douwes Dekker dibuang di Kupang sedangkan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke Pulau Banda.

d. Namun, mereka menghendaki dibuang ke negeri Belanda karena di sana mereka dapat mempelajari banyak hal daripada di daerah terpencil.

e. Akhirnya, mereka diizinkan ke negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

5. Paragraf 5:

  • Ide pokok: Di tanah air, Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatiannya di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.
  • Ide penjelas:

a. Bersama rekan-rekan seper juangannya, dia pun men dirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang diberi nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922.

b. Taman Siswa ialah suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk dapat memperoleh hak pendidikan, seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

c. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air serta berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Baca juga: Latihan Soal IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 254 dan 259 Lengkap dengan Kunci Jawaban

6. Paragraf 6

  • Ide pokok: Selama aktif di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis.
  • Ide penjelas:

a. Tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan.

b. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

c. Kegiatan menulisnya ini terus berlangsung hingga zaman Pendudukan Jepang.

d. Saat Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hadjar ditunjuk untuk menjadi salah seorang pimpinan bersama Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan K.H. Mas Mansur.

7. Paragraf 7

  • Ide pokok: Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk, Ki Hadjar Dewantara kemudian dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.
  • Ide penjelas:

a. Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

b. Pada tahun 1957, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada.

c. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, tepatnya pada tanggal 28 April 1959, Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Baca juga: Kunci Jawaban Latihan Soal Tema 8 Kelas 3 SD K13 Halaman 151 Subtema 3: Ayo Menulis

8. Paragraf 8

  • Ide pokok: Untuk mengenang jasa-jasa dan melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta.
  • Ide penjelas:

a. Museum ini memamerkan benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa.

b. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan, dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional

9. Paragraf 9

  • Ide pokok: Kini, nama Ki Hadjar Dewantara diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional).
  • Ide penjelas:

a. Ajarannya, yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), dan ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan) akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia.

b. Selain itu, tanggal dan bulan kelahirannya, 2 Mei, dijadikan hari Pendidikan Nasional.

c. Bahkan, pada tanggal 28 November 1959 Ki Hadjar Dewantara juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959.

(*)

 

*Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Soal di atas sebagian besar berupa pertanyaan terbuka.
Artinya, ada beberapa jawaban alternatif lainnya yang tidak terpaku seperti di atas.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124 Kurikulum Merdeka, Biografi Ki Hadjar Dewantara, https://www.tribunnews.com/pendidikan/2024/03/04/kunci-jawaban-bahasa-indonesia-kelas-10-halaman-124-kurikulum-merdeka-biografi-ki-hadjar-dewantara
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Tiara Shelavie

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved