Bentrok Suporter Lyon dan PSG pada Final Piala Prancis, 30 Orang Luka-luka

30 orang terluka akibat bentrokan antara pendukung Olympique Lyonnais (Lyon) dan Paris Saint-Germain (PSG) di jalan tol menjelang final Piala Prancis

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
VideoAmatir
Bentrok pendukung PSG dan Lyon. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Insiden kekerasan suporter kembali mencoreng wajah sepak bola Prancis pada Minggu (26/5/2024) dinihari WIB.

30 orang terluka akibat bentrokan antara pendukung Olympique Lyonnais (Lyon) dan Paris Saint-Germain (PSG) di jalan tol menjelang final Piala Prancis di Lille.

Kedua klub, bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengecam aksi kekerasan tersebut.

Meski demikian, final tetap digelar dengan penjagaan keamanan lebih ketat, dimenangkan PSG dengan skor 2-1.

Semula, final dijadwalkan di Stade de France, Paris. Namun, karena persiapan Olimpiade, dipindahkan ke Stade Pierre Mauroy dekat Lille.

Sayangnya, pertandingan ini dibayangi kerusuhan yang melibatkan ratusan suporter. Satu bus dibakar dan 14 orang membutuhkan perawatan medis.

Melalui pernyataan resmi, PSG mengutuk dengan sekuat mungkin insiden yang terjadi antara kedua kelompok suporter tersebut.

"Klub ingin menjelaskan bahwa para suporter kami patuh dengan peraturan perjalanan yang ditetapkan dalam keputusan prefektur sebelum diserang. Perilaku seperti itu sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi klub," tegas PSG.

Lyon, dalam pernyataannya, turut "mengecam kekerasan ini" dan kemudian menyalahkan "kesalahan perencanaan rute yang jelas".

Mereka menyebut ada kesalahan pengawalan polisi yang menempatkan 7 bus Lyon di tengah 18 bus PSG di gerbang tol.

"Padahal semua pihak yang terlibat telah bekerja selama dua bulan terakhir untuk memisahkan arus (lalu lintas). Akibat kesalahan rute yang begitu jelas, kekerasan meletus dengan asal muasal yang belum ditentukan," jelas Lyon.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa beberapa suporter Lyon terluka akibat serangan bersenjata suporter PSG.

"Klub mendorong para korban untuk mengambil tindakan hukum mulai hari ini agar peristiwa ini dapat diusut tuntas," pungkas Lyon.

Suporter ultras Lyon dan PSG memang memiliki rivalitas yang panjang. Namun, polisi belum mengidentifikasi kelompok mana yang memulai serangan.

Di tengah keramaian sebelum pertandingan, Presiden Macron menyatakan mengecam segala bentuk kekerasan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved