AC Milan
Pioli Sebut Giroud sebagai Harapan Utama AC Milan, Ini Catatan Manis dan Buruknya
Menjelang leg kedua perempat final Liga Europa melawan AS Roma, calciomercato.com menyebut Giroud sebagai harapan utama Milan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Oliver-Giroud-kini-menjadi-harapan-AC-Milan-meski-ia-dikabarkan-akan-hengkang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- AC Milan kembali bisa mengandalkan Olivier Giroud di saat-saat krusial. Stefano Pioli berharap pemain veteran asal Prancis itu bisa melanjutkan tren positif tersebut hingga akhir musim ini.
Menjelang leg kedua perempat final Liga Europa melawan AS Roma, calciomercato.com menyebut Giroud sebagai harapan utama Milan.
Ia dikenal sebagai sosok pembeda di momen genting, yang bisa mencetak gol-gol penentu kemenangan.
Kontribusi Giroud bersama Rossoneri tak terlupakan. Sebut saja dua golnya saat Derby della Madonnina melawan Inter Milan.
Lalu ada gol kemenangan di markas Napoli, gol ke gawang Napoli lagi di Liga Champions, serta brace di markas Sassuolo yang memastikan gelar juara Serie A.
Namun, Giroud juga punya catatan kurang manis. Ia gagal mengeksekusi penalti melawan Borussia Dortmund.
Juga kegagalan berupa tembakan kaki kanannya yang membentur mistar gawang saat melawan Roma pekan lalu.
Giroud tentunya ingin melupakan minggu yang buruk itu, apalagi ditambah kegagalan mencetak gol saat melawan Sassuolo akhir pekan kemarin.
Uniknya, meski sudah mencetak 13 gol dan 8 assist di liga, Milan tetap meminta peningkatan performa dari sang striker.
Olivier sendiri tentu ingin kembali jadi penentu kemenangan di laga-laga penting.
Ia mengincar kejayaan di Olimpico, tempat yang sudah sering ia bobol gawangnya, dan tentunya trofi Liga Europa di Dublin.
Pasca kemenangan atas Lecce, Giroud menyatakan bahwa hatinya tetap merah-hitam, apapun yang terjadi di masa depan.
Faktanya, pemain peraih Piala Dunia tersebut sudah sepakat bergabung dengan klub MLS, Los Angeles, pada bulan Juli mendatang dengan kontrak hingga Desember 2025.
Para fans Milan sudah bisa menerima keputusan tersebut, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Giroud yang selalu tampil maksimal untuk klub.
Namun, sebelum hengkang, Giroud punya satu misi penting: membawa pulang trofi dan mengakhiri musim dengan manis. (*)