OPM Deklarasi Perang
OPM Deklarasi Perang Lawan TNI-Polri, Minta Masyarakat Non-Papua Minggat
Bahkan, keduanya mengumumkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas tewasnya Komandan Koramil Aradide, Letda Inf Oktovianus Sogalrey.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pasukan-OPM-berfoto-usai-membunuh-Danramil-Aradide.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) terang-terangan mendeklarasikan perang terbuka terhadap aparat gabungan TNI-Polri.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dan Mayor Oesa Satu Boma, Komandan Operasi TPNPB-OPM.
Bahkan, keduanya mengumumkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas tewasnya Komandan Koramil Aradide, Letda Inf Oktovianus Sogalrey.
Diketahui, Mayor Oesa, bersama pasukannya, melancarkan serangan brutal di Jalan Trans Paniai-Intan Jaya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ibunda Abdurrahman Abubakar Bahmid Tutup Usia
Serangan ini menewaskan Letda Oktovianus. Serangan ini diklaim sebagai awal dari "perang tahapan menuju revolusi total" demi merebut kemerdekaan Papua.
Sebby menegaskan bahwa Paniai kini menjadi medan perang dan meminta masyarakat non-Papua untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.
"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengimbau kepada warga imigran Indonesia, segera tinggalkan wilayah Paniai," tegasnya.
Lebih lanjut, Mayor Oesa memperingatkan aparat gabungan untuk tidak menargetkan warga sipil terkait kematian Letda Oktovianus.
"Apapun yang akan terjadi, jangan cari rakyat sipil, tetapi cari kami pasukan TPNPB. Sebab itu, semua kami pasukan TPNPB yang lakukan sebagai bentuk perlawanan mengusir pendudukan pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua," tegasnya.
Deklarasi perang terbuka ini semakin memanaskan situasi di Papua, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sipil.
Kronologi Letda Oktovianus Tewas Diserang
Serangan yang menewaskan Letda Oktovianus Sogalrey terjadi saat ia pergi ke Pelabuhan Kampung Pasir Putih, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, untuk mengambil barang, Rabu (10/4/2024).
Jenazah Letda Oktovianus ditemukan di Jalan Trans Enarotali, Kamis (11/4/2024) pagi, oleh warga setempat yang hendak ke Pelabuhan Pasir Putih.
Saat jenazah Letda Oktovianus ditemukan, motor yang dikendarainya hilang.
Jenazah Letda Oktovianus langsung dibawa ke Koramil 1703-04/Aradide.
Diketahui, sejumlah pasukan OPM bersembunyi di jalan yang dilewati Letda Oktovianus.
Saat Letda Oktovianus melintas, pasukan OPM lantas menembaki korban.
Tembakan tersebut tidak mengenai tubuh Letda Oktovianus, melainkan motor miliknya.
Letda Oktovianus pun jatuh dan langsung diserang pasukan OPM.
Korban dipukuli menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan luka sobek di kepala bagian belakang.
Setelah memastikan Letda Oktovianus meninggal, pasukan OPM kabur dan kembali bersembunyi.
Sementara itu, Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menyampaikan duka cita atas tewasnya Letkol Oktovianus Sogalrey yang merupakan putra asli Papua.
Tak hanya itu, Ribka juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi Letda Oktovianus selama bertugas sebagai prajurit TNI di Kabupaten Paniai, khususnya Aradide.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan,” ungkapnya, Jumat (12/4/2024).
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdiannya selama betugas."
"Dimana laporan yang kami terima almarhum menjadi sosok pengayom bagi masyarakat di tempat ia ditugaskan,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.