KKN IAN Gorontalo

Diduga Bikin Onar di Desa, Mahasiswa KKN IAIN Gorontalo Ditarik ke Kampus

Ancaman tersebut terlontar dalam sebuah grup WhatsApp setelah Thomas menegur para mahasiswa yang menyanyikan lagu dengan menyebut namanya.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Rektorat IAIN Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Kepala Desa Pentadu Timur, Thomas Paera, melaporkan dugaan pengancaman yang dilakukan oleh sekelompok remaja dan mahasiswa KKS IAIN Gorontalo.

Ancaman tersebut terlontar dalam sebuah grup WhatsApp setelah Thomas menegur para mahasiswa yang menyanyikan lagu dengan menyebut namanya.

Kronologi kejadian bermula saat para mahasiswa KKS IAIN Gorontalo menyanyikan lagu yang mengandung nama Thomas.

Baca juga: Syaban Penuh Hajatan Pernikahan, MUA Gorontalo Banjir Orderan

Seorang warga yang mendengarnya kemudian melaporkannya kepada Thomas.

Merasa dirugikan, Thomas kemudian mengundang para mahasiswa untuk rapat di Kantor Desa Pentadu Timur pada hari Minggu (25/2/2024).

Dalam rapat tersebut, Thomas menegur para mahasiswa dan menanyakan maksud mereka menyanyikan lagu tersebut.

Para mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud menjelekkan Thomas dan lagu tersebut hanya sebatas candaan.

Namun, setelah rapat selesai, beberapa oknum remaja dari Desa Pentadu Timur membuat ancaman terhadap Thomas di grup WhatsApp.

Ancaman tersebut berupa kalimat-kalimat kasar dan provokatif yang bernada mengancam keselamatan Thomas.

Baca juga: Mengejutkan! Jualan Es Rp 5 Ribu, Warga Pohuwato Gorontalo Ini Raup Omset Rp 10 Juta Per Bulan

"Napa peda, hambur jo ti aya (Ini parang, kita serbu ayahanda, sebutan kepada desa di Gorontalo)," narasi yang diberikan salah satu Rema muda yang bernama Imbran Labaso.

Merasa terancam, Thomas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Boalemo.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka.

Ahmad Alwi Selaku Koordinator Desa KKS mengemukakan pendapatnya.

"Saat itu kami selalu disalahkan mengenai lagu tersebut, kami tidak bermaksud menjelekan siapapun karena lagu ini hanya sebatas candaan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com via telepon, selasa (27/2/2024).

Setelah kejadian itu para mahasiswa berkomunikasi dengan para Remaja Masjid (Rema) Muda Desa Pentadu Timur soal masalah ini.

Akan tetapi ada oknum Rema Muda yang menambah nambahkan untuk mengancam Kepala Desa seperti yang sudah dijelaskan.

Diketahui saat ini mahasiswa IAIN sudah ditarik oleh pihak dan panitia KKS untuk kembali ke Kampus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved