Berita Gorontalo
Ada 1.988 Orang Gorontalo Mengalami Gangguan Jiwa
Penanganan mereka diutamakan melalui pemberdayaan masyarakat, di mana peran keluarga dan Puskesmas terdekat menjadi kunci utama.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 1.988 orang di Provinsi Gorontalo tercatat mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Penanganan mereka diutamakan melalui pemberdayaan masyarakat, di mana peran keluarga dan Puskesmas terdekat menjadi kunci utama.
"Kita lebih ke pemberdayaan masyarakat, sehingga ODGJ ditangani di rumah dan mengurangi rujukan ke rumah sakit," ungkap Helen Kadir, Ketua Tim Kerja Usia Produktif dan Lansia, Kesehatan Jiwa dan Nafsah Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo.
Menurut Helen, pasien ODGJ memiliki peluang pemulihan lebih besar jika ditangani langsung oleh keluarga.
Dinkes dan Puskesmas berperan dalam menyediakan obat dan edukasi terkait penanganan ODGJ.
Stigma negatif dari masyarakat terhadap ODGJ menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan mereka.
Helen menegaskan bahwa edukasi dan pendampingan dari Puskesmas akan terus dilakukan untuk menghapus stigma tersebut.
Pembangunan Rumah Sakit Jiwa Terkendala Regulasi
Pemprov Gorontalo sebenarnya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit jiwa di Kabupaten Gorontalo.
Namun, rencana ini terkendala regulasi baru yang mengatur tentang kompetensi rumah sakit jiwa.
"Peraturan baru menyebutkan bahwa rumah sakit jiwa harus memiliki kompetensi tersendiri," jelas Helen.
Saat ini, Provinsi Gorontalo telah memiliki Rumah Sakit Tumbililato di Kabupaten Bone Bolango yang memiliki kompetensi jiwa.
Dinkes terus mendorong peningkatan kompetensi rumah sakit tersebut dalam menangani ODGJ.
"Jadi, bukan lagi soal membangun rumah sakit khusus ODGJ, tapi meningkatkan kompetensi rumah sakit yang ada dengan menyediakan sarana prasarana dan SDM yang mumpuni," tandas Helen.
Penanganan ODGJ di Gorontalo menunjukkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pemulihan para ODGJ.
Dengan edukasi yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan stigma negatif terhadap ODGJ dapat dihilangkan dan mereka dapat hidup normal di tengah masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dinas-Kesehatan-Provinsi-Gorontalo.jpg)