Berita Kuliner

Apa Perbedaan Jeruk Siam dan Keprok, Mana Cocok Dijadikan Jus?

Suleman Ibrahim, penjual jus jeruk di Kota Gorontalo, membagikan tips membedakan jeruk siam dan keprok.

Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Andika Machmud
Suleman Ibrahim, penjual jus jeruk peras di Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suleman Ibrahim, penjual jus jeruk di Kota Gorontalo, membagikan tips membedakan jeruk siam dan keprok.

Selama dua tahun berbisnis jus jeruk peras, Suleman mengaku terdapat perbedaan jeruk siam dan jeruk keprok.

Menurutnya, kedua jenis jeruk tersebut dapat ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.

Khusus jeruk siam, rasanya manis dan adapula asam. Sedangkan untuk jeruk keprok mempunyai rasa manis dengan cita rasa segar.

Ukuran jeruk siam relatif lebih kecil dibanding jeruk keprok. Biasanya, jeruk siam berukuran sekitar 90 gram, sedangkan keprok trigas ukuran paling kecilnya 125 gram.

"Untuk keprok itu biasanya berwarna agak orange, sedangkan kalau siam itu ada beberapa yang kuning kehijauan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/02/2024).

"Masyarakat hanya tahu jika jeruk kuning itu manis, padahal trigas itu enak rasanya," sambungnya.

Adapun tekstur jeruk keprok trigas agak kasar, berbeda dengan jeruk siam yang lebih halus.

Suleman menambahkan, jika ingin melihat kualitas jeruk bisa diperhatikan perasan air jeruknya.

"Jeruk yang baik itu bisa dilihat juga dari airnya, kalau yang baik juga kelihatan lebih terang dan segar. Biasanya kalau pudar itu asam," ungkapnya.

Pria akrab disapa Eman ini mengaku biasanya membeli jeruk siam Rp 8-10 ribu per kilogram. Untuk jeruk keprok trigas harganya Rp10-15 ribu per kilogram.

Namun, harga itu tergantung dari distributor, apakah jeruk itu langka atau tidak.

"Untuk trigas itu pernah menyentuh harga Rp18 ribu," jelas Eman.

Baca juga: Cerita Suleman Ibrahim, Sukses Bangun Bisnis Jambu Kristal hingga Telur Gulung di Gorontalo

Manakah cocok dijadikan jus?

Untuk membuat usaha jeruk peras, Eman menyarankan untuk membeli jeruk keprok trigas. Alasannya, kualitas jeruk keprok disebut lebih enak.

Ia pun menyarankan untuk menyortir buah setiap pagi. Hal ini untuk meminimalisir dapat kondisi jeruk yang sudah tidak layak makan.

Eman menganggap jeruk peras merupakan bisnis yang menjanjikan. Apalagi buah jeruk tidak panen berdasarkan musim.

"Di balik itu semua, saya lebih fokus ke arah adanya vitamin C yang menyehatkan tubuh," tandasnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved