Human Interest Story
2 Siswa SD di Kota Gorontalo Juara Olimpiade Sains Nasional Berbasis Komputer
Dua siswa SDN No 41 Hulonthalangi meraih juara olimpiade sains nasional (OSN).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dua siswa SDN No 41 Hulonthalangi meraih juara olimpiade sains nasional (OSN).
Keduanya adalah Lionel Van Persie Jayamanggalani dan Danzel Thavaro Harmadji. Mereka saat ini tengah duduk di bangku kelas V.
Lionel meraih juara satu pada mata pelajaran matematika, sementara Danzel mendapat peringkat ketiga mata pelajaran sains.
Yohana Ali, wali kelas V SD, mengapresiasi kedua siswanya. Ia mengaku Lionel dan Danzel merupakan siswa berprestasi di SDN Hulonthalangi.
"Bahkan jauh sebelum olimpiade ini digelar, beberapa siswa sering menerima les mata pelajaran yang mereka minati,' ujarnya.
Yohana menyebut pihaknya mendelegasikan tiga siswa masing-masing mata pelajaran bahasa inggris, matematika dan sains.
"Namun yang juara hanya dua orang saja. Padahal kami target semuanya," ungkapnya.
Meski begitu ia tetap bersyukur atas capaian siswa-siswanya dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Olimpiade yang diselenggarakan itu juga turut serta diikuti oleh seluruh perwakilan provinsi se Indonesia.
Adapun hadiahnya yakni berupa tabungan pendidikan, trofy dan sertifikat.
Baca juga: Cara Unik Siswa MAN 1 Kota Gorontalo Rayakan Hari Patriotik
Siswa Gorontalo Raih Silver International Medallion Student Championship
Aninda Nur Sabriah Pantu, siswa kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gorontalo.
Aninda merupakan siswa kebanggaan di sekolahnya, hal itu karena ia berhasil membawa pulang (IMSC).
Ia juga menorehkan prestasi lain seperti Duta Recap SMK Negeri 1 Gorontalo, juga menyandang gelar siswa berprestasi di bidang organisasi.
Bukan tanpa alasan sekolah memberinya gelar tersebut, Aninda ketika Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah menjadi Sekretaris Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis).
Saat ini Aninda menjabat sebagai Wakil Ketua Osis di SMK Negeri 1 Gorontalo. Ia berencana ingin menjadi Ketua Osis di tahun berikutnya.
Aninda merupakan anak kandung Suwiryo Pantu dan Fitrianti Bau. Ia lahir di Gorontalo 26 Juni 2008.
Namun kedua orangtuanya itu sudah berpisah dan saat ini Aninda tinggal bersama neneknya.
Ayah Aninda bekerja sebagai honorer di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo. Sedangkan sang ibu adalah penyiar radio.
Aninda juga mempunyai kakak kandung yaitu Aninda Amaliah Putri Pantu. Saat ini kakaknya sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Gorontalo.
Siswa 15 tahun itu mengawali pendidikannya di SD Negeri 20 Dungingi. Enam tahun berselang Aninda melanjutkan di SMP Negeri 6 Kota Gorontalo, kini ia bersekolah di SMK Negeri 1 Gorontalo.
Kepada TribunGorontalo.com, Aninda mengaku sangat menyukai public speaking dan hukum. Olehnya ia berkeinginan keras bisa menempuh pendidikan Hukum di luar negeri.
"Saya pengen kuliah di Harvard, Amerika Serikat itu adalah Amin paling serius yang ingin dicapai," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (29/1/2024).
"Kebetulan ibu adalah orang yang mahir di public speaking, itu motivasi juga. Walaupun sudah berpisah, ayah dan ibu selalu mensupport dan mendorong saya selama ini, bahkan ibu tiri dan ayah tiri juga mendukung," tambahnya.
Tak hanya itu Aninda juga mengatakan keinginan untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
Menurutnya berprestasi merupakan hal membanggakan bukan hanya untuk orang tua tapi juga untuk bangsa dan negara.
"Makanya itu saya berkeinginan menjadi lawyer atau pengacara, saya ingin membantu banyak orang di bidang hukum," ujarnya.
Selain itu Aninda juga menyuarakan terkait eksistensi perempuan di Indonesia. Ia berpendapat perempuan bisa melakukan banyak hal, bahkan bisa melebihi dari laki-laki.
"Harusnya perempuan di dunia ini lebih meningkatkan bobot dan bibitnya termasuk dalam karier, seharusnya tidak ada lagi ya anggapan bahwa perempuan itu dibawah," tandasnya.
Baca juga: Profil Maya Podungge, Sosok Tunarungu Jadi Guru Honorer di SLB Kota Gorontalo, Bermimpi Diangkat PNS
Sosok May Belline, Siswa SMA 1 Gorontalo pemenang Olimpiade Sains Nasional Informatika
Siswa kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Negeri Gorontalo itu meraih Juara I Olimpiade Sains Nasional Informatika.
Ia mendapatkan medali perunggu Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Tak hanya itu, ia merupakan finalis National Programming and Logic Competition di Universitas Ciputra. Juga juara II Debat Konstitusional di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan juara I Eligible 2024.
May terpilih sebagai siswa teladan di SMA Negeri 1 Gorontalo. Beberapa kali ia mewakili sekolahnya di kompetisi tingkat kabupaten hingga nasional.
Profil
Putri kandung dari Joni Japanto dan Meiskerina Ariananda ini sejak kecil diajarkan sifat mandiri dan ambisi mengejar prestasi akademik.
May menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Duhidaa. Kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Santa Maria Gorontalo.
Karena ketertarikannya kepada hal yang berhubungan ilmu kedokteran, May melanjutkan studi di SMA Negeri 1 Gorontalo dan mengambil jurusan MIPA.
May mengaku bercita-cita menjadi dokter. Ia ingin kuliah di Universitas Samratulangi Manado.
Remaja 17 tahun ini menyukai profesi dokter spesialis diabetes. Itu didorong karena anggota keluarganya pernah menderita penyakit diabetes.
"Karena itulah motivasi saya tinggi, ingin menjadi dokter spesialis diabetes. Kan bisa menjaga keluarga sekaligus bisa menjaga banyak orang juga," ungkapnya.
Demi mewujudkan cita-citanya, ia mengikuti pelatihan dan kursus kedokteran.
"Sekolah di sini mewadahi itu, pernah juga ikut pelatihan RJP/CPR Resuntansi Jantung paru di Smantig Gorontalo," ucapnya.
"Sebenarnya waktu itu yg bisa ikut pelatihan hanya siswa Smantig saja. Tapi saya berusaha bagaimana caranya supaya bisa ikut, syukur dibantu sama teman disana," tambah dia.
Disamping itu, May juga menyuarakan eksistensi perempuan. Menurutnya, perempuan bisa setara dengan laki-laki baik dalam prestasi maupun dunia karier.
"Banyak perempuan hebat diluar sana yang mengalahkan banyak kaum pria. Jadi sekarang ini harusnya tidak ada anggapan bahwa perempuan itu tidak bisa apa-apa. Karena terbukti banyak perempuan dengan segudang prestasi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lionel-Van-Persie-Jayamanggalani-dan-Danzel-Thavaro-Harmadji.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.