Selasa, 10 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Uyan Ratna Abunan, Penjual Buah di Kota Gorontalo, Sempat Dituding Eksploitasi Anak

Inilah Uyan Ratna Abunan (34), pedagang buah di trotoar depan Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM)

Tayang:
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Uyan Ratna Abunan, Penjual Buah di Kota Gorontalo, Sempat Dituding Eksploitasi Anak
TribunGorontalo.com/Fernandes
Uyan Ratna Abunan, penjual buah di kantor Disperkim Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah Uyan Ratna Abunan (34), pedagang buah di trotoar depan Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DISPERKIM), Jl Jenderal Surdiman Kota Gorontalo.

Uyan telah berjualan di lokasi itu sejak awal tahun 2020.

Ia duduk beralaskan karpet plastik di atas jalan trotoar.

Uyan mengaku membantu perekonomian keluarganya. Sebab suaminya tak memiliki penghasilan tetap.

Uyan selalu membawa anaknya berusia 6 tahun untuk berjualan. 

Ia sempat dituding mengeksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

Padahal alasannya membawa anaknya untuk berjualan karena tidak ada yang menjaga.

"Pernah diduga eksploitasi anak, tapi saya bilang, saya bawa dia karena tidak ada yang menjaganya," kata Uyan kepada TribunGorontalo.com (30/1/2024).

Baca juga: Usai Dihajar Oknum Polisi Gorontalo, Abdul Aziz Potabuga Akui Diberi Uang Tutup Mulut Rp 50 Ribu

Di usianya yang masih terbilang muda ini, Uyan sudah memiliki cucu.

Itulah sebabnya ia terus bekerja pada malam hari.

Walau Uyan memiliki kesibukan berjualan, ia tetap memprioritaskan pendidikan anaknya yang masih belia itu. 

Saat Pagi hari, dirinya akan menemani anaknya sekolah. Kala sore tiba, mereka akan berangkat untuk mulai berjualan lagi.

Wanita berusia 34 tahun itu tinggal di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Ia selalu menempuh jarak yang jauh ini demi mencari sesuap nasi. 

Penghasilan dari jualan buahnya tidak seberapa karena memiliki sistem bagi hasil dengan yang punya buah. 

Namun menurutnya itu sudah cukup karena adakalanya ia menerima sembako dan makanan dari pembeli yang prihatin dengan keadannya.

"Biasanya ada yang kasih beras dan makanan. Kalau mereka sayang sama saya, mereka biasanya menolak kembaliannya," ungkapnya.

Ia berharap, agar kelak anak-anaknya bisa sukses. Agar tidak memiliki nasib yang sama sepertinya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved