Human Interest Story
Cerita Yoga Jualan Bakso Sejak Usia 15 Tahun, Bercita-cita Punya Rumah Makan di Gorontalo
Yoga (21) merupakan penjual bakso keliling sejak tahun 2017. Ia memulai bekerja pada 15 tahun.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penjual-bakso-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Yoga (21) merupakan penjual bakso keliling sejak tahun 2017. Ia memulai bekerja pada 15 tahun.
Yoga berasal dari Brebes, Jawa Timur. Ia merantau ke Gorontalo lantaran ingin bekerja sebagai penjual bakso.
Ia mengaku telah putus sekolah sejak SMP karena terkendala biaya. Oleh sebab itu, ia merasa perlu mengubah nasib dengan merantau ke luar kota.
Di Gorontalo, ia bekerja dengan pamannya yang juga penjual bakso keliling.
Setiap hari Yoga bisa berjalan belasan kilometer mengelilingi beberapa wilayah Kota Gorontalo untuk menghabiskan dagangannya.
"Jam 11 keluar, nanti keliling terus sampe habis. Maksimal jam 11 malam dia pasti pulang," kata Yoga kepada TribunGorontalo.com, Kamis, (25/1/2024).
Pria berusia 21 tahun tersebut mengaku tidak berjualan sepanjang tahun, ia hanya mendapatkan libur dua hari sebulan atau kalau sakit.
Baca juga: Sosok Hindun Hulopi, Anak Nelayan yang Mewakili Gorontalo di Ajang Puteri Indonesia 2024
Walaupun libur, di rumah dia masih harus membantu proses pembuatan bakso untuk dijual oleh rekan-rekannya.
Selama enam tahun bekerja, Yoga selalu belajar mengenai ilmu bisnis, ia berharap dengan pengalaman ini bisa menjadi modal baginya untuk membuka rumah makan di Gorontalo.
Ia bertekad tahun 2026, sudah membuka rumah makan dengan usahanya sendiri.
Yoga kerap merasa terlewatkan oleh teman-teman sebayanya yang sudah memiliki kemajuan signifikan. Namun ia juga merasa bahwa proses yang dijalaninya saat ini merupakan bagian yang penting dari kesuksesan.
"Saya tidak mau buru-buru, karena tidak melewati proses bisa ambruk di tengah jalan," ungkapnya.
Ia menjadikan pamannya sebagai pedoman sementara ia menjalani proses sebagai tukang bakso keliling, karena omnya yang suskes juga merangkak dari penjual bakso keliling.
"Saya mau kaya om saya itu, dulu dia udah sempat bangkrut. Tapi karena prosesnya bisa bangkit sampai buka tiga rumah makan," pungkasnya.