Pilpres 2024
Prabowo Kenang Debat Pilpres Lawan Jokowi: Tidak Pernah Saling Menyakiti
Capres nomor urut 2 itu terang-terangan mengaku Jokowi dan dirinya berdebat penuh rasa kekeluargaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Calon-Presiden-Nomor-Urut-1-Joko-Widodo-dan-no-urut-2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Prabowo mengenang rivalitasnya dengan Jokowi saat debat pilpres 2019 silam.
Capres nomor urut 2 itu terang-terangan mengaku Jokowi dan dirinya berdebat penuh rasa kekeluargaan.
Prabowo menyebut persaingan antara dirinya dan Jokowi dipenuhi rasa hormat dan cinta tanah air.
"Saya pernah berseberangan dengan Pak Jokowi. Saya pernah menjadi rivalnya untuk 2 kali pemilu, 2 kali pilpres. Saudara pernah dengar saya debat dengan beliau, ya kan? Tapi debatnya terhormat. Debatnya penuh rasa kekeluargaan," ungkap Prabowo saat menghadiri acara 'Silaturahmi & Deklarasi DPW Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Provinsi Jambi' yang digelar di Abadi Convention Center (ACC), Selasa (9/1).
"Kita bersaing, tapi kita sama-sama cinta tanah air. Kita bersaing, tapi kita sama-sama rakyat Indonesia. Kita bersaing, tapi kita tetap bersahabat," sambung dia.
Kondisi itu pun berbanding terbalik saat Prabowo debat dengan Anies dan Ganjar.
Prabowo beberapa kali terlibat saling serang dengan Anies Baswedan ketika debat ketiga di Istora Senayan, Minggu (7/1/22024) lalu.
Saking emosinya, Prabowo sempat mengkritik Anies yang disebut banyak omong.
“Saya dulu lawannya Pak Jokowi, tapi antara saya dan Jokowi tidak pernah saling menyakiti."
“Saya tidak omon-omon (hanya omong) saja, (dia-Anies yang) banyak omon (omong), (datanya) banyak kelirunya juga itu, keliru (soal) utang, entah keliru entah apa itu."
"Saudara nonton debat gak? Saudara-saudara silakan Saudara nilai sendiri lah,” ucap Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di konsolidasi relawan di Pekanbaru, Riau, Selasa (9/1/2024), dikutip dari WartaKotaLive.com.
Sebelumnya, debat capres sempat memanas antara Prabowo dan Anies Baswedan saat membahas tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik.
Prabowo menyebut data yang disampaikan Anies mengenai pertahanan, keliru.
Diketahui, Anies sempat menyingging soal kebijakan Kementerian Pertahanan soal pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) bekas menggunakan anggaran yang fantastis.
Mantan Gubernur DKI itu menganggap kebijakan tersebut kurang tepat, sebab masih banyak hal yang lebih darurat yang harus diselesaikan.
Mendengar opini tersebut, Prabowo pun mencoba untuk memberikan klarifikasi.
Baca juga: Meski Dikritik Jokowi, KPU Tolak Ubah Format Debat Capes
Menurut Prabowo, Anies Baswedan tidak begitu paham dengan sistem pertahanan di suatu negara.
Prabowo pun menganggap Anies hanya jago berteori dan beretorika.
Hingga munculah pernyataan Anies Baswedan hanya omon-omon atau banyak omong.
“Kalau benar masuk akal saya setuju, kalau omon-omon ya kumaha?" respons Prabowo saat menjawab opini Anies Baswedan.
Dalam acara di Jambi ini, Prabowo juga menyayangkan sejumlah pihak yang berupaya memecah belah bangsa Indonesia.
Terlebih, masih ada pihak yang diberi kebaikan justru membalasnya dengan kebencian.
"Saya tidak habis pikir, saya ajak bersatu, tapi ada saja tokoh-tokoh yang pikirannya aneh-aneh. Kita memberi kebaikan tapi dibalas dengan kebencian," kata dia.
" Alhamdulillah, saya diberi nilai 11 dari 100. Itu nilai luar biasa. Pertama kali dalam hidup saya, saya terima nilai itu dari orang yang saya beri kebaikan," ungkap Prabowo.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.