Info Teknologi

BYD Geser Tesla sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar di Dunia

BYD menjual 526.409 mobil listrik bertenaga baterai, didorong oleh lonjakan lebih dari 70 persen hanya dalam satu bulan, yaitu Desember.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
BYD
Perusahaan mobil listri China, BYD. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- BYD, produsen mobil asal Tiongkok, berhasil menggeser Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia pada kuartal keempat tahun 2023.

BYD menjual 526.409 mobil listrik bertenaga baterai, didorong oleh lonjakan lebih dari 70 persen hanya dalam satu bulan, yaitu Desember.

Pencapaian ini menegaskan Tiongkok sebagai kekuatan besar dalam kendaraan listrik (EV).

Susannah Streeter, kepala keuangan dan pasar di Hargreaves Lansdown, menyatakan bahwa pertarungan ini adalah bukti segar betapa kompetitifnya pasar EV.

Ia pun mencatat pengaruh yang semakin besar dari Tiongkok dalam industri ini.

Menurutnya, BYD adalah perusahaan besar yang sudah lama berdiri, tetapi belum banyak dikenal di luar Tiongkok.

Namun, dengan keberhasilannya menggeser Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia, BYD kini menjadi nama yang harus diperhitungkan di kancah global.

Tesla berhasil menjual 484.507 mobil dalam tiga bulan terakhir tahun 2023, meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih di bawah target Musk sebanyak 2 juta.

BYD menjual total 3 juta mobil tahun lalu, termasuk plug-in hybrid, membuat perusahaan ini menyebut dirinya sebagai 'juara dunia' untuk 'kendaraan energi baru'.

Meskipun begitu, Tesla tetap menjadi produsen mobil paling bernilai di dunia, dengan kapitalisasi pasar £625 miliar. Saham Musk senilai sekitar £80 miliar.

Analisis mengatakan BYD mampu memberikan diskon berat karena memproduksi baterai sendiri, yang lebih murah daripada membelinya dari pemasok eksternal.

Tu Le, pendiri perusahaan konsultan Sino Auto Insights, berharap keberhasilan BYD menggeser Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia dapat menjadi bukti bagi para pihak di Barat yang masih meragukan kekuatan BYD dan potensi Tiongkok di industri mobil listrik global.

BYD, yang berbasis di Shenzhen, didirikan oleh bos Wang Chuanfu dan sepupunya pada tahun 1995 dan dikenal karena baterai isi ulang untuk smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Grup ini mulai berkembang ke industri otomotif pada awal tahun 2000-an dan sejak tahun 2008, Warren Buffett menjadi pemegang saham melalui kelompok investor AS-nya, Berkshire Hathaway.(*)

++Sumber thisismoney.co.uk

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved