Berita Pohuwato
Jembatan di Objek Wisata Mangrove Pohon Cinta Pohuwato Sudah Lapuk dan Patah
Jembatan Wisata Mangrove yang berada di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Pohuwato, Gorontalo sudah lapuk dan patah
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO -- Jembatan Wisata Mangrove yang berada di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Pohuwato, Gorontalo sudah lapuk dan patah
Amatan TribunGorontalo.com, jembatan yang dulu ramai dilewati warga yang melihat hutan mangrove tersebut kini sudah rusak parah.
Jembatan sepanjang 100 meter ini dahulu menjadi lokasi favorit warga berfoto dengan latar hutan mangrove.
Tak hanya wisatawan daerah, ada banyak juga datang dari luar daerah.
Kini kondisi sudah sangat memprihatinkan.
Beberapa bagian sudah patah, dan bagian yang tersisa sudah lapuk. Sehingga sulit lagi bisa dilewati wsiatawan.
Melki Anwar (28) warga Pohuwato mengatakan kondisi jembatan ini sudah lama dan tak kunjung diperbaiki pemerintah
Padahal anggaran yang digunakan tidak main-main untuk pembangunan jembatan ini. Tak hanya itu, pemerintah telah dilakukan rehab sebanyak 2 kali tetapi kondisinya tetap sama.
"Tidak terurus ini, kalaupun kita ingin menggunakan jembatan ini rasanya mau roboh," Ujarnya.
Melki mengungkapkan saat rehab jembatan yang dilakukan dua kali terakhir, hanya menggunakan kayu yang cepat keropos.
"Kayu yang digunakan cepat keropos karena dua kali dilakukan rehab selalu saja tidak bertahan lama langsung keropos," tuturnya.
Irfan Djalu (47) spekerja jembatan mengatakan, bahan dan pembangunan jembatan dikerjakan sesuai aturan
"Kami buat sesuai SOP yang ada, hanya saja memang jarang ddigunakan sehingga cepat rusak," ucapnya.
Selain itu, sering diterjang air laut setiap hari sehingga kayu-kayu cepat keropos dan rusak.
"Batu saja cepat keropos jika sering terkena angin laut, apalagi kayu, jadi menurut saya masuk akal jika cepat rusak," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tampak-Rusak-dan-Tak-Terurus-Jembatan-Wisata-Mangrove-Pohuwato-88888.jpg)