Berita Sepak Bola

'Manager Terburuk dalam Sejarah Premier League' Dipecat Lagi Setelah 14 Pertandingan

Pada tahun 2017, legenda sepak bola Belanda ini dipecat oleh Palace setelah kalah dalam lima pertandingan Liga Premier pertamanya.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
AFP
Frank De Boer kembali dipecat klubnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Mantan manajer Crystal Palace, Frank De Boer, kembali harus merasakan pahitnya pemecatan.

Kali ini dirinya dipecat dari tim Al-Jazira Uni Emirat Arab setelah hanya menjabat selama 14 pertandingan.

Pada tahun 2017, legenda sepak bola Belanda ini dipecat oleh Palace setelah kalah dalam lima pertandingan Liga Premier pertamanya.

Jose Mourinho sang manajer Manchester United saat itu pernah menyebut De Boer sebagai "manajer terburuk dalam sejarah Premier League".

Sayangnya, De Boer, yang kini berusia 53 tahun, kembali memberikan amunisi tambahan bagi Mourinho jika suatu saat dia kembali mengkritik manajer asal Belanda tersebut.

Periode kepemimpinan terbarunya terbukti menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah karirnya.

De Boer mulai menangani tim di Timur Tengah pada musim panas, menggantikan mantan bos Ajax lainnya, Marcel Kaizer.

Sayangnya, masa kepemimpinan De Boer di klub tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Meskipun awalnya tampil cukup baik, dengan meraih empat kemenangan dari enam pertandingan pertamanya di semua kompetisi, namun rentetan buruk dengan empat kekalahan dalam enam pertandingan terakhirnya ternyata menjadi akhir perjalanan untuknya.

De Boer dipecat segera setelah timnya tersingkir dari Piala Liga Uni Emirat Arab oleh Al-Wahda.

Sementara De Boer mencari tempat untuk "menjilati luka," para penggemar diingatkan kembali pada komentar merendahkan yang pernah diucapkan oleh Mourinho.

De Boer pernah menyatakan bahwa Mourinho tidak akan menjadi pelatih yang baik untuk Marcus Rashford.

Pernyataan itu direspon tajam oleh Mourinho. Respon itu pernah diungkapakn oleh Mourinho pada konferensi pers tahun 2018.

"Saya membaca sesuatu, kutipan dari manajer terburuk dalam sejarah Premier League – Frank de Boer. Apa yang dikatakannya adalah, tidak baik bagi Marcus Rashford memiliki pelatih seperti saya, karena yang paling penting bagi saya adalah menang. Jika dia dilatih oleh Frank, dia akan kalah karena dia kalah dalam setiap pertandingan. Saya mencoba memberikan yang terbaik untuk anak itu," sindir Mourinho.

Setelah pengalaman buruknya di Selhurst Park, De Boer kemudian menangani Atlanta, di mana dia menghabiskan 18 bulan sebelum menjadi manajer Belanda.

Namun, masa kepemimpinannya bersama timnas Belanda hanya berlangsung 15 pertandingan, karena dia mengundurkan diri setelah kalah dari Republik Ceko di babak 16 Euro 2020.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved