Viral Puskesmas Telaga
Puskesmas Telaga Diprotes Warga, Kadinkes: Kami Tak Pernah Ingin Hal Ini Terjadi
Ismail mengatakan, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kadinkes-Kabupaten-Gorontalo-Ismail-Akase.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase curhatan warga Gorontalo terkait keluhan terhadap Puskesmas Telaga, Sabtu (02/12/2023).
"Apapun yang sudah terjadi ini, kami tidak pernah menginginkan hal ini," ujar Ismail saat ditemui di Puskesmas Telaga, Sabtu (2/11/2023).
Ismail mengatakan, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
Menurutnya, tenaga kesehatan itu wajib hukumnya untuk melayani para masyarakat yang meminta pertolongan dalam segi pengobatan maupun kesehatan.
"Kami tidak pernah ada niat untuk menolak terhadap pelayanan apapun. Cuman mungkin, yang terjadi malam hari itu bertepatan dengan petugas yang sedang melakukan penanganan terhadap pasien lainnya," jelasnya.
Sebelumnya, Arif Ismail menceritakan bagaimana kronologi hingga istrinya, Nur Hayati, meninggal dunia tak tertolong pada Selasa dini hari (28/11/2023).
Kendati, sebelum meninggal, ia sudah berusaha melarikan istrinya itu ke Puskesmas Telaga, Kabupaten Gorontalo, namun nyawanya tak tertolong.
Lantaran ketika tiba di Puskesmas Telaga, ia tak menemui petugas jaga di Unit Gawat Darurat (UGD).
Menurut cerita dari Arif Ismail, ia sekira 30 menit berada di Puskesmas Telaga, memanggil-manggil petugas jaga UGD. Suaranya tak terdengar, hingga kondisi istrinya makin buruk.
Ia baru bergeser ke Rumah Sakit (RS) Islam, Kota Gorontalo, setelah kondisi istrinya yang sudah membiru dan mulut mengeluarkan busa.
Arif menjelaskan, istirinya itu memang mengalami sesak nafas 3 hari pasca operasi cesar (Sectio Caesarea/SC).
Klarifikasi Puskesmas Telaga
Dr Meliyana Panther menjelaskan kondisi Puskesmas Telaga, Kabupaten Gorontalo yang dituding tidak memiliki pelayanan yang baik oleh seorang warga Gorontalo.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Puskesmas Telaga itu menjelaskan bahwa mungkin waktunya yang tidak tepat.
“Mungkin waktunya yang tidak tepat,” tegas Meliyana saat menjelaskan kronologi kejadiannya, Sabtu (02/12/2023).
Menurut Meliyana, sesuai piket jaga Selasa dini hari (28/11/2023), tercatat ada 4 tenaga medis (nakes) yang berjaga.
Empat nakes yang dimaksud terdiri dari 2 bidan dan 2 perawat khusus Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Telaga.
“Tidak benar petugas tidak ada karena di kita itu ada jadwal piket pada malam itu ada 4 petugas,” katanya.
Hanya saja, ketika korban datang, 4 petugas kemungkinan kata Meliyana, dalam kondisi sibuk.
Saat korban datang bersama suaminya, petugas yang mestinya berjaga di UGD, sedang mengambil tabung oksigen di ruang belakang puskesmas.
Saat itu kata dia, ada pasien yang meminta tabung oksigen ke nakes. Saat itu bertepatan dengan suami korban, Arif Ismail datang meminta pertolongan.
Jarak tempat untuk pengambilan tabung oksigen menurut Meliana cukup jauh dari UGD, sehingga bisa saja saat suami korban berteriak, suaranya tidak terdengar.
"Jadi pas waktu yang bersamaan, ada juga pasien dari Hulawa yang datang ke kami untuk menukarkan tabung oksigen, sehingga petugas yang berjaga di UGD itu sementara ke belakang," jelasnya.
Kata Meliyana, walaupun yang bersangkutan itu berteriak untuk meminta pertolongan, kemungkinan suaranya tidak terdengar sampai ke belakang.
Karenanya, petugas yang berjaga mengatakan tidak mendengar suara teriakan tersebut.
Kemungkinan, karena yang bersangkutan buru-buru maka tidak sempat bertemu dengan petugas yang berjaga saat itu.
Terkait permasalahan ini, Meliyana juga telah menanyakan ke petugas UGD yang berjaga di malam itu.
Dan petugas pun menyatakan tidak mendengarkan dan melihat adanya seorang warga yang minta pertolongan dibPuskesmas Telaga.
"Saya sudah tanyakan ke mereka, dan petugas yang berjaga itu tidak sempat mendengar teriakan yang bersangkutan. Jadi, mungkin celah waktunya antara yang bersangkutan datang ke puskes dan petugas berada di belakang itu tidak bertepatan," pungkasnya.
Meski begitu, Meliyana tak menjelaskan di mana posisi 2 nakes bidan yang disebutkan. Juga, tidak merinci apakah kedua nakes meninggalkan UGD secara bersamaan untuk mengambil oksigen. (*)