Kamis, 12 Maret 2026

Calon Gubenur Gorontalo

4 Calon Gubernur Gorontalo Ditugasi DPP Partai Golkar, Siapa Saja Mereka?

DPP) Partai Golkar mengeluarkan surat tugas kepada empat kader Golkar Gorontalo untuk mempersiapkan diri dalam pencalonan Gubernur Gorontalo pada Pilk

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 4 Calon Gubernur Gorontalo Ditugasi DPP Partai Golkar, Siapa Saja Mereka?
KOLASE TRIBUNGORONTALO
Empat bakal calon Gubernur Gorontalo yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo ke DPP. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengeluarkan surat tugas kepada empat kader Golkar Gorontalo untuk mempersiapkan diri dalam pencalonan Gubernur Gorontalo pada Pilkada 2024 

Berdasarkan surat Nomor Sund-308/GOLKAR/XI/2023 pada 16 November 2023, terdapat 16 calon kepala dan wakil kepala daerah Gorontalo yang diusulkan ke DPP Golkar.

16 calon tersebut, terdapat empat calon sebagai bakal calon Gubernur Gorontalo pada Pilkada 2024 mendatang.

Surat pengusulan bakal calon Gubernur Gorontalo itu telah dilayangkan oleh DPD Golkar Gorontalo ke pihak DPP.

DPP Golkar pun telah memanggil ke empat bakal calon Gubernur Gorontalo tersebut.

Adapun empat bakal calon Gubernur Gorontalo yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo yaitu Anggota DPR RI, Ida Saidah Rusli Habibie, Mantan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono.

Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan namanya masuk dalam bursa pencalonan Gubernur Gorontalo itu, bahwa mekanisme pencalonannya melalui pengusulan dari DPD Partai Golkar Gorontalo.

Mekanismenya, kata Marten, melalui tahapan yang begitu panjang. Di mana dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPD I dan II mengusulkan empat bakal calon Gubernur Gorontalo.

Untuk pengusulannya, melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Musyawarah Daerah (Musda) yang dilaksanakan oleh DPD Golkar Gorontalo pada beberapa bulan terakhir.

"Sesuai hasil keputusan DPD Golkar yang melalui Rakerda dan Musda, keempat nama itu diusulkan sebagai salah satu kandidat untuk dicalonkan sebagai bakal calon Gubernur Gorontalo," ungkap Marten kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Rabu (22/11/2023).

Marten pun turut membenarkan, bahwa keempat kandidat yang diusulkan telah dipanggil oleh pihak DPP, Selasa (20/11/2023) malam hari.

"Kemarin malam, kami sudah dipanggil oleh DPP, dan kami telah menerima surat perintah tugas (Sprint) itu," ucapnya.

Atas sprint yang diterima itu, Marten mengatakan, keempat kandidat bakal calon siap melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh DPP Golkar.

Ia pun menjelaskan, bahwa dalam sprint itu terdapat beberapa penugasan yang perlu dikerjakan, sebelum keempat calon tersebut ditetapkan benar-benar sebagai calon Gubernur Gorontalo.

Adapun tugas yang oerlu dikerjakan itu meliputi, para kandidat harus mensukseskan Pileg maupun Pilpres 2024 yang didukung oleh Partai Golkar di Gorontalo.

Kemudian, melakukan sosialisasi diri ke masyarakat Gorontalo dan bertemu dengan para konstituen.

"Tugas-tugas ini pasti akan dievaluasi, tentunya DPP akan menurunkan tim. Apakah setelah diberikan tugas ini, yang bersangkutan telah melakukan tugasnya atau tidak, dan ini dalam meningkatkan elektabilitas para penyalon," jelasnya.

Marten Taha Dapat Surat Perintah Pencalonan Gubernur Gorontalo dari DPP Golkar

Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo sekaligus Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memperoleh surat perintah pencalonannya Gubernur Gorontalo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar

Dalam surat perintah, Marten diberikan tiket sebagai calon Gubernur melalui mekanisme penjaringan internal Partai Golkar. 

Hal ini menegaskan bahwa Wali Kota Gorontalo dua periode itu telah diterima sebagai kandidat yang direkomendasikan oleh partai untuk bertarung pada Pilkada 2024 mendatang.

Kata Marten, bahwa mekanisme pencalonannya itu melalui pengusulan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gorontalo.

"Sesuai hasil keputusan dari partai secara berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPD I dan II melalui Rakerda dan Musda, nama saya itu diusulkan sebagai salah satu kandidat untuk dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," ujar Marten kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Rabu (22/11/2023).

Kemudian, hasil keputusan dan kesepakatan itu diusulkan ke DPP Partai Golkar untuk menentukan apakah nama yang diusulkan sesuai dengan yang diinginkan pihak partai.

"Kan yang menentukan itu DPP, yang di daerah itu hanya mengusulkan," imbuhnya.

Pada Selasa (20/11/2023) hari kemarin, nama-nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo itu dipanggil oleh pihak DPP.

Terdapat empat kandidat nama yang diusulkan oleh DPD Golkar Gorontalo. Salah satunya, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

"Hari kemarin, kami sudah dipanggil oleh DPP, dan kami telah menerima surat perintah tugas (Sprint) itu," ucapnya.

Atas sprint yang diterima itu, Marten pun siap melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh DPP Golkar.

Adapun tugas yang akan dilakukan oleh Marten dalam Sprint tersebut meliputi mensukseskan Pileg maupun Pilpres 2024 yang didukung oleh Partai Golkar.

Kemudian, melakukan sosialisasi diri ke masyarakat Gorontalo dan ketemu dengan para konstituen.

"Tugas-tugas ini pasti akan dievaluasi, tentunya DPP akan menurunkan tim. Apakah setelah diberikan tugas ini, yang bersangkutan telah melakukan tugasnya atau tidak, dan ini dalam meningkatkan elektabilitas para penyalon," jelasnya.

Dengan begitu, Wali Kota Gorontalo dua periode itu mengartikan surat perintah itu sebagai tiket menuju Gubernur Gorontalo.

"Ini kan tiket, tiket itu belum berarti apa-apa dan tidak bisa digunakan jika belum ada boarding pass," canda Marten dalam sambungan telepon.

Dengan adanya tiket tersebut, Marten menganggap bahwa ia telah melampaui titik aman ke dua.

Di mana titik aman pertama, pihak DPD Golkar Gorontalo telah mengusulkan namanya sebagai calon Gubernur Gorontalo.

"Katakanlah ini sudah di titik aman ke dua, masih ada ke tiga, empat dan lima. Hingga benar-benar saya dicalonkan sebagai Gubernur Gorontalo," pungkasnya.

Sosok Marten Taha, Wali Kota Gorontalo

Marten Agus Taha lahir 29 Agustus 1959.

Marten Taha berkarir politik sejak 1987. Karier politiknya sempurna karena menjabat anggota DPRD sebanyak 7 periode, tanpa putus.

Dia menjabat Anggota DPRD sejak Gorontalo masih bergabung dengan Sulawesi Utara. Empat periode di Provinsi Sulut dan 3 periode di Gorontalo ditambah 2 perode sebagai wali kota.

Sebelum terjun ke dunia politik, Marten Taha atau akrab dengan sapaan MT berkarir di perusahaan Swasta pada medio 1982 - 1987. Kemudian menjadi direktur utama di PT Olah Karya Pratama pada 1987 - 1997.

Pada tahun 1987 itu pula Marten Taha mulai terjun ke dunia politik. Ia menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara selama 4 periode, terhitung dari 1987 - 2001.

Kemudian Marten Taha menjadi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo 2 periode dimulai tahun 2001-2009. Pada tahun berikutnya, Ia menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo tahun 2009-2014. Sebelum akhirnya menjabat menjadi Wali Kota Gorontalo dimulai dari tahun 2014 sampai saat ini.

Marten Taha menjadi Walikota Gorontalo selama dua periode, dengan dua pasangan yang
berbeda.

Periode pertama berpasangan dengan Charles Budi Doku, kemudian periode kedua bersama
Ryan F Kono.

Marten Taha mengenyam pendidikan sekolah dasar di SDN 2 Gorontalo. Dilanjutkan di jenjang SMP Negeri Gorontalo. Setelah tamat di sekolah pertama, Ia melanjutkan pendidikan di SMEA Negeri Gorontalo.

Pada jenjang pendidikan tinggi, ia melanjutkan kuliah S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi hingga akhirnya menamatkan S2 di Universitas Gadjah Mada.

Mei 2022 lalu, Ia berhasil menyelesaikan S3 di Universitas Hasanudin Makassar. Dia menjadi lulusan terbaik program Doktor, Antropologi Universitas Hasanuddin Makassar, dengan IPK 4.00 dan diwisuda 2022 silam
Perjalanan Karier

- Bekerja di Perusahaan Swasta (1982—1987)

- Direktur Utama PT. Olah Karya Pratama (1987—1997)

- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (1987—1992) (saat Gorontalo masih gabung Sulut)

- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (1992—1997) (saat Gorontalo masih gabung Sulut)

- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (1997—1999) (saat Gorontalo masih gabung Sulut)

- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (1999—2001) (saat Gorontalo masih gabung Sulut)

- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo (2001—2004)

- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo (2004—2009)

- Ketua DPRD Provinsi Gorontalo (2009—2014)

- Wali Kota Gorontalo (2014—2019)

- Wali Kota Gorontalo (2019—2024)

- Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo

Pembangunan

- Bangun ruang terbuka hijau di setiap kecamatan, Kota Gorontalo

- Bangun 70 titik wifi gratis di 50 kelurahan Kota Gorontalo (semua kelurahan)

- Benahi dan bangun pasar sentral

- Bangun fasilitas air bersih di Kota Gorontalo

- Bangun kumuh jadi kawasan rindang dan Indah di Talumolo

- Gratiskan pendidikan TK-SMK/SMK

Penghargaaan

1. Sakip Award 2019 (Predikat B) dari Menpan RB

2. Piagam Penghargaan atas Prestasi capaian Rata melebihi target sensus dari BPS RI

3. Piagam penghargaan peringkat pertama dalam melaksanakan evaluasi dari Kementerian LH dan Kehutanan

4. Kepala Daerah Inovasi 2020 kategori berhasil mengendalikan ekonomi dari Koran Sindo

5. Atas dedikasi membina dan mengembangkan perpustakaan dari Kepala Perpustakaan Nasional RI

6. TPID berkinerja terbaik wilayah sulawesi dari Kemenko bidang Ekonomi

7. People of The Year 2020 kategori Best Goverment Officer for Preventive dari Metro TV

8. Sebagai Kota peduli hak asasi manusia 2019 dari Menteri Hukum dan Ham

9. Pelayanan publik kategori sangat baik dengan nilai A tahun 2020 dari Kemenpan RB

10. Masuk 20 Kabupaten / Kota terbaik capaian vaksinasi dosis pertama dari Menkes RI

11. Apresiasi capaian pembayaran intensif Nakes mencapai 54,54 persen dari Kemendagri

12. Kepala Daerah Inovatif 2021 kategori pendidikan dari MNC Portal

13. Kepala Daerah Pedagogika Award 2021 dari PGRI Provinsi Gorontalo

14. Tresury Award 2021 terbaik pertama pemerintah daerah dari Kementerian Keuangan RI

15. Peringkat II Nasional ajang apresiasi cerdas berkarakter dari Kemendikbud

16 Meraih penghargaan Walikota Pendukung utama pengelolaan zakat pada BAZNAS AWARD 2023

17. Apresiasi Insitor Olahraga terbaik dari PWI pada HPN di Kendari, Sultra 2022

18 Pembicara di Forum Wali Kota ASEAN yang dihadiri 100 kepala daerah se Asia Tenggara, di Bangkok tahun 2019

19. 9 Kali WTP dari BPK

20. 4 Kali raih adipura

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved