Kebakaran SMAN 4 Gorontalo

Kebakaran SMAN 4 Kota Gorontalo, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah

puluhan siswa mendatangi lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Piola Isa Kel Wonggaditi, Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo tersebut

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/PRAILLA KARAUWAN
Kondisi SMA Negeri 4 Kota Gorontalo yang alami kebakaran pada Selasa (21/11/2023) pagi 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Siswa SMA Negeri 4 Kota Gorontalo harus belajar dari rumah setelah sekolahnya mengalami kebakaran. 

Diketahui, gedung SMA Negeri 4 Kota Gorontalo terbakar pada Selasa (21/11/2023)  tengah malam

Amatan tribungorontalo.com, puluhan siswa mendatangi lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Piola Isa Kel Wonggaditi, Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo tersebut pada Selasa (21/11/2023) pagi

Biasanya mereka menggunakan seragam sekolahnya, kali ini siswa-siswi tersebut datang dengan menggunakan pakaian bebas.

Fatrah Rahman, siswa SMA 4 Gorontalo mengatakan siswa-siswi SMA 4 Gorontalo dianjurkan untuk belajar dari rumah.

"Bukan libur tapi belajar dari rumah," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (21/11/2023).

Fatrah mengatakan bahwa mereka mendapatkan kabar kebakaran di sekolahnya pada Senin, (20/11/2023) malam hari.

Sehingganya mereka dianjurkan untuk belajar dari rumah.

Siswi lainnya, Lilis pun menimpali bahwa mereka dibelajarkan dari rumah. "Jadi daring," ujarnya.

Mereka belum mengetahui hingga kapan mereka akan dibelajarkan dari rumah.

Menurut Yasin, salah satu anggota pemadam kebakaran Provinsi Gorontalo mengungkapkan bahwa kebarakan pada tadi malam masih menyisahkan beberapa kobaran api hingga d ipagi hari

"Tadi pagi masih ada api yang menyala," ujarnya.

Hingga saat ini terkonfirmasi sebanyak enam ruangan yang habis dilahap sang jago merah(*)

Api Berasal dari Kantin

Kebakaran melanda gedung SMAN 4 Kota Gorontalo pada Senin 20 November 2023 pukul 23.30 Wita
Kebakaran melanda gedung SMAN 4 Kota Gorontalo pada Senin 20 November 2023 pukul 23.30 Wita (TRIBUNGORONTALO/AGUNGPANTO)

Penjaga sekolah, Wilson Katili (53) bahwa dirinya sempat menyaksikan saat api mulai membakar dari gedung belakang. 

Ia mengaku sempat melihat api mulai membesar dari sebuah kantin sekolah. 

Alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) yang digunakan Wilson rupanya tidak mempan hingga warga pun dipanggil untuk membantu.

Nahas, api terlanjur 'mengamuk' hingga tidak lagi bisa dikendalikan secara amatir. Damkar pun dihubungi dan tiba pukul 22.30 atau satu jam setelah kebakaran terjadi. 

Akibat kebakaran tersebut, tujuh ruangan kelas, dua ruangan perpustakaan, dan satu ruangan laboratorium mengalami kerusakan serius.

Wilson menyatakan bahwa api diduga berasal dari kantin sekolah, namun sumber api belum dapat dipastikan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian materil belum dapat diestimasi dengan pasti.

Api berhasil dipadamkan dengan bantuan empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit watercanon dari Polda Gorontalo.

Saat ini, situasi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) telah diamankan dengan pemasangan garis polisi untuk mengurangi akses masyarakat yang melintas di area TKP.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan memastikan langkah-langkah preventif di masa depan. (Praila/Agung)

Tonton Live Facebook Kebakaran di Bawah Ini : 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved