Tips Menarik

15 Tips Menarik Cara Mengatasi Pasangan yang Marah

Nah, setelah mengetahui beberapa penyebab kemarahan, simak 15 tips menarik dalam mengatasi kemarahan pasangan berikut dikutip dari Pinkvilla.

Editor: Fadri Kidjab
Pexels
Ilustrasi pasangan bertengkar 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tingkat kemarahan seseorang memiliki perbedaan.

Dalam hubungan, menjaga ketenangan dan bekerja sama sangat penting untuk meningkatkan hubungan Anda.

Bahkan tindakan sederhana, seperti membina komunikasi yang terbuka dan jujur, dapat membawa manfaat besar.

Mengapa kekasih sering marah-marah?

Mungkin ada beberapa penyebab mengapa kekasih atau istri Anda selalu marah.

Penting untuk diingat bahwa kemarahan adalah emosi yang rumit, dan setiap orang mungkin memiliki penyebab lain yang mendasari kemarahan mereka.

Pahami lima penyebab kemarahan yang sering muncul:

1. Masalah yang Belum Terselesaikan

Pasangan Anda mungkin memiliki masalah pribadi atau hubungan yang belum terselesaikan, sehingga menyebabkan frustrasi dan kemarahan.
Permasalahan ini mungkin terkait dengan pengalaman masa lalu, ekspektasi yang tidak terpenuhi, atau konflik yang sedang berlangsung dalam hubungan.

2. Stres dan Tekanan

Tingkat stres yang tinggi akibat pekerjaan, kesulitan keuangan, tanggung jawab keluarga, atau faktor eksternal lainnya dapat menyebabkan sifat lekas marah dan marah yang kronis. Pasangan Anda mungkin menggunakan amarahnya untuk mengatasi pemicu stres yang berlebihan.

3. Masalah Komunikasi

Keterampilan komunikasi yang buruk seringkali dapat menyebabkan kesalahpahaman dan salah tafsir, sehingga meningkatkan kemarahan.

Jika pasangan Anda kesulitan mengungkapkan perasaan atau kebutuhannya secara efektif, hal ini dapat mengakibatkan frustrasi dan kemarahan.

4. Masalah Kesehatan Mental

Kondisi kesehatan mental tertentu, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar, dapat bermanifestasi sebagai kemarahan dan mudah tersinggung.

Penting untuk mempertimbangkan apakah pasangan Anda yang sedang marah mungkin sedang menghadapi masalah kesehatan mental mendasar yang memerlukan bantuan profesional.

5. Sifat Kepribadian

Beberapa individu memiliki ciri kepribadian atau pola perilaku yang membuat mereka lebih rentan terhadap kemarahan. Misalnya, sifat-sifat yang terkait dengan narsisme atau sifat mudah marah dapat menyebabkan seringnya ledakan kemarahan.

Nah, setelah mengetahui beberapa penyebab kemarahan, simak 15 tips menarik dalam mengatasi kemarahan pasangan berikut dikutip TribunGorontalo.com dari Pinkvilla.

1. Komunikasi Efektif

Hubungan yang sehat bergantung pada komunikasi terbuka. Ciptakan ruang di mana Anda berdua dapat mendiskusikan berbagai masalah, termasuk pola kemarahan, kata-kata yang menyakitkan, atau perilaku yang merugikan, terutama jika salah satu pasangan memiliki masalah kemarahan.

Penting untuk melakukan pendekatan terhadap percakapan ini dengan empati dan sikap tidak menghakimi, karena masalah kemarahan bisa jadi rumit dan mengakar.

2. Mengatasi Akar Penyebab

(Foto:
(Foto: Pexels)

Pahami bahwa kemarahan sering kali berasal dari kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Berhentilah sejenak untuk mempertimbangkan apakah ada masalah mendasar yang menyebabkan kesusahan pasangan Anda.

Berempati dengan sudut pandang mereka, meskipun Anda tidak setuju, dan sampaikan pemahaman Anda untuk mendorong penyelesaian.

Baca juga: Kurang Antusiasme? Ikuti 8 Tips Motivasi Diri Ini

3. Memahami Kepribadian Pasangan

Manusia itu kompleks, dan memahami kepribadian, reaksi, dan preferensi pasangan Anda sangatlah penting.

Berfokuslah pada pemahaman daripada mengendalikannya untuk meningkatkan hubungan yang harmonis.

4. Pilih Pertarungan Anda

Tidak setiap perselisihan layak untuk dilanjutkan. Evaluasi apakah isu yang ada signifikan dan layak untuk didiskusikan.

Masalah-masalah kecil yang tidak akan meningkat atau mempengaruhi masa depan hubungan sebaiknya tidak ditangani.

5. Penerimaan Dan Individualitas

Terimalah mereka apa adanya daripada mencoba mengubah pasangan Anda.

Fokus pada menciptakan lingkungan positif untuk mempengaruhi mereka secara positif sambil menghormati individualitas mereka.

6. Hindari Asumsi

Salah penafsiran dapat menimbulkan perdebatan. Daripada berasumsi, mintalah klarifikasi.

Mendorong komunikasi yang terbuka dan jujur ​​dalam hubungan saling percaya.

Baca juga: 6 Cara Memilih Pasangan Hidup yang Tepat

7. Berikan Ruang

Memberi pasangan Anda ruang yang mereka butuhkan bisa bermanfaat. Memiliki minat dan kehidupan terpisah di luar hubungan dapat memperkuat ikatan Anda.

8. Temukan Kompromi

Rangkullah kompromi di bidang-bidang yang kepentingannya berbeda. Prioritaskan hubungan, dan Anda akan lebih mudah mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

9. Ketegasan Dan Rasa Hormat

Bersikaplah asertif dengan tetap menghormati perasaan dan keinginan pasangan Anda.

Keyakinan dan kejujuran dalam mengungkapkan kebutuhan Anda dapat menghasilkan penyelesaian konflik yang efektif.

10. Kenali Tanda Peringatan Dini

Identifikasi dan atasi pola kemarahan, kekasaran, atau rasa tidak hormat segera setelah pasangan Anda muncul. Menunda tindakan dapat merusak fondasi hubungan Anda.

11. Kurangi eskalasi

Pertahankan ketenangan Anda dan hindari menanggapi kemarahan dengan kemarahan yang lebih besar.

Biarkan pasangan Anda tenang sebelum melakukan komunikasi terbuka untuk mengalihkan hal-hal negatif ke arah kerja sama.

Baca juga: Horoskop Keuangan Zodiak Besok, Selasa 7 November: Saatnya Berinvestasi Aries, Taurus, Scorpio!

12. Ini Tidak Selalu tentang Anda

Pahami bahwa kemarahan pasangan Anda mungkin tidak ada hubungannya dengan Anda.

Mungkin ada masalah yang lebih dalam yang memengaruhi emosinya, jadi dekati mereka dengan empati dan kesabaran.

13. Akui Perasaan Mereka

Bahkan jika Anda tidak setuju dengan perilakunya, tunjukkan empati dan akui perasaan sakit hatinya.

Ini tidak berarti memaafkan perilaku buruk, melainkan mengakui emosi mereka .

14. Fokus pada Kepositifan

(Foto:
(Foto: istockphoto)

Berkonsentrasilah pada aspek baik dan penuh kasih sayang dari pasangan Anda.

Peliharalah sisi positifnya, dan hal ini mungkin akan menjadi lebih umum seiring berjalannya waktu.

15. Tahu Kapan Harus Pergi

Terlepas dari upaya Anda, jika perilaku negatif pasangan Anda terus berlanjut dan Anda menolak untuk mengakui dampaknya, pertimbangkan untuk meninggalkan hubungan tersebut demi kesejahteraan Anda. Terkadang, menjauh adalah pilihan terbaik ketika perubahan tampaknya tidak mungkin dilakukan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved