Kamis, 5 Maret 2026

HIV AIDS

Nyaris 1.000 Kasus HIV AIDS di Gorontalo per 2023, KPA Bergerilya Sosialisasi

Upaya tersebut dilakukan menyusul peningkatan kasus HIV AIDS di provinsi tersebut, yang mencapai 954 kasus pada tahun 2023.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Nyaris 1.000 Kasus HIV AIDS di Gorontalo per 2023, KPA Bergerilya Sosialisasi
TribunGorontalo.com
Ilustrasi HIV AIDS di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit HIV AIDS.

Upaya tersebut dilakukan menyusul peningkatan kasus HIV AIDS di provinsi tersebut, yang mencapai 954 kasus pada tahun 2023.

"Ini merupakan alarm bagi kita semua," kata Sabri Panigoro, Sekretaris KPA Provinsi Gorontalo.

"Kami harus segera melakukan upaya pencegahan agar kasus HIV AIDS tidak semakin meningkat," sambungnya, Kamis (26/10/2023)

KPA melakukan edukasi di berbagai lokasi, termasuk tempat-tempat berkumpulnya kaula muda hingga dewasa.

"Kami melakukan sosialisasi di lokasi-lokasi berisiko seperti kafe, spot-spot yang dianggap berpotensi terjadi penularan, kemudian kami masuk ke sekolah-sekolah SMA, ke kampus, dan kelompok-kelompok yang berisiko lainnya," kata Sabri.

Edukasi juga dilakukan di pelosok-pelosok daerah di Gorontalo, baik di dalam kota maupun luar kota.

Selain penyuluhan, KPA juga menggunakan metode pengisian angket atau kuesioner untuk mengedukasi siswa-siswi.

"Kami sudah melakukan kunjungan survei perilaku, artinya adik-adik itu mengisi kuesioner setelah itu kami melakukan semacam penyuluhan sehingga mereka mendapatkan informasi tentang HIV AIDS," kata Sabri.

KPA juga meminta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya HIV AIDS.

"Ada istilah yang mengatakan bahwa hindari penyakitnya, bukan orangnya. Kita tetap care dengan teman-teman penderita, melakukan pendekatan dengan mereka, melakukan pengobatan selama dia mau berobat semoga dia tetap stabil dan tidak akan menularkan pada orang lain," tutup Sabri.(*)

Sebagai informasi, HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved