Rabu, 4 Maret 2026

Danau Limboto Gorontalo

Dahulu Kedalaman Danau Limboto Capai 30 Meter Kini Hanya 2,5 Meter, Begini Kata BWS Gorontalo

Danau Limboto merupakan salah satu danau terbesar di Gorontalo. Danau ini menjadi penampungan terakhir dari lima sungai besar dan 23 anak sungai

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Dahulu Kedalaman Danau Limboto Capai 30 Meter Kini Hanya 2,5 Meter, Begini Kata BWS Gorontalo
TribunGorontalo.com/Prailla
Potret terkini Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Danau Limboto merupakan salah satu danau terbesar di Gorontalo.

Danau terletak di Kabupaten Gorontalo ini menjadi penampungan terakhir dari lima sungai besar dan 23 anak sungai di Provinsi Gorontalo.

Roland Kasim, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan SDA, Balai Wilayah Sungai (BWS) Gorontalo mengatakan Danau Limboto masuk dalam daftar danau prioritas nasional.

"Di Perpres Nomor 60 Tahun 2021 tentang 15 danau kritis di Indonesia, salah satu diantaranya adalah danau limboto," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (21/10/2023).

Penyusutan luas lahan dari Danau Limboto merupakan salah satu alasan mengapan danau limboto masuk ke dalam daftar danau kritis di Indonesia.

Luas Danau Limboto ini sekira 7.000 ha dengan tingkat kedalaman sekira 30 meter pada tahun 1931, namun seiring berubahnya waktu, kini luas danau Limboto hanya mencapai 3.334, 11 ha dengan kedalaman hanya mencapai 2,5 meter saja.

"Kondisi terakhir itu sekitar 3000 hektar lebih luasnya," lanjutnya.

Bukan tanpa alasan danau limboto mengalami pendangkalan, salah satu penyebabnya adalah sedimentasi yang dibawa arus sungai dan menumpuk di danau limboto.

Tak hanya soal penyusutan danau, namun pendangkalan danau juga menjadi alasan danau limboto masuk ke dalam daftar danau kritis.

"Historinya dulu danau ini sampai 30 meter kedalamannya, kondisi terakhir sekarang tinggal 2-2,5 meter," lanjutnya.

Dangkalnya danau limboto ini disebut karena kerusakan di area hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Danau Limboto merupakan danau penampungan dari tujuh sungai besar dan 23 anak sungai kecil lainnya, di mana terdapat satu sungai yang keluar menuju arah Kota Gorontalo dan keluar menuju sungai Bolango ke sungai Bone dan menuju ke laut.

"Jadi kerusakan dari sungai-sungai ini dibawa mengalir hingga ke danau limboto," akunya.

Potret Danau Limboto di sore hari.
Potret Danau Limboto di sore hari. (TribunGorontalo.com/Wawan Akuba)

Baca juga: 3 Jenis Burung yang Singgah di Danau Limboto, ada dari Rusia dan Alaska

Maka dari itu, pihak BWS II sengaja melakukan pembangunan check dam agar ketika air sungai mengalir menuju danau limboto, sedimen yang dibawa air sungai tersebut tidak ikut masuk ke danau limboto.

"Jadi check DAM ini mengurangi sedimen yang masuk," ujarnya.

Tanaman eceng gondok pun menjadi penyebab Danau limboto masuk dalam daftar danau kritis di Indonesia.

Tanaman eceng gondok yang semakin lama semakin menyebar menyebabkan area danau tampak mengecil.

"Kami bekerja sama dengan TNI dalam rangka pembebasan eceng gondok itu," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved