Profil Tokoh Gorontalo

Profil AKBP Muhammad Alli, 19 Tahun Mengabdi di Korps Brimob sampai Jadi Kapolres Bone Bolango

AKBP Muhammad Alli merupakan Kapolres Bone Bolango yang baru menjabat pada Januari 2023.

|
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Profil AKBP Muhammad Alli, 19 Tahun Mengabdi di Korps Brimob sampai Jadi Kapolres Bone Bolango
TribunGorontalo.com/Ist
AKB Muhammad Alli saat bertugas di Korps Brimob 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – AKBP Muhammad Alli merupakan Kapolres Bone Bolango yang baru menjabat pada Januari 2023.

Sebelumnya pria kelahiran Manokwari, 27 April 1981 mengemban tugas selama kurang lebih 19 tahun di Korps Brigade Mobile (Brimob). 

Awalnya Alli yang saat itu telah lulus SMA tak ingin berkuliah dengan alasan membutuhkan dana lagi pada prosesi kulia, sehingga ia pun memutuskan untuk mendaftarkan dirinya menjadi anggota Polri.

“Cuma saya ngomong ke bapak mau jadi polisi bintara sajal, cuma almarhum bapak saya bilang jangan, masuk yang lebih tinggi, masuk akpol saja,” ujar AKBP Muhammad Alli kepada TribunGorontalo.com, Minggu (08/10/2023).

Akhirnya pada tahun 2001 Juli dirinya berangkat di Jayapura untuk mendaftarkan diri menjadi dan mengikuti seleksi Akpol dengan animo yang ikut itu 48 orang. 

“Dari 48 yang daftar ini, Alhamdulilah yang dikirim ke semarang itu cuma 5 orang termasuk saya,” kata Alli.

Di sana dirinya dites bersama 300 orang Taruna seluruh Indonesia. 200 di antaranya lulus jadi Taruna, 100 orang lainnya gugur.

“Dari lima yang dikirim utusan Polda Papua cuma 3 orang yang lulus termasuk saya,” tambahnya.

Alli pun mengikuti masa basis hingga dilantik menjadi Taruna Akademi Kepolisian pada tahun 2001.

“Perjalanan saya pendidikan di akpol itu 3,5 tahun, kemudian penempatan saya di taru di Korps Brimob penempatan pertama saya,” ujar Alumni Akpol 2004.

Berbagai jabatan di Institusi Satuan Brimob telah di jejaki nya dari komandan peleton, kemudian jadi wakil komandan kompi, kemudian jadi Danki dengan waktu mengabdinya 8 tahun

Kemudian dirinya menempuh sekolah PTIK selama 20 bulan, yang setelanya ditempatkan pada bagian Satuan Brimob Papua, pada tahun 2014.

Dari ia pun seusai sekolah sempat menjadi Kepala seksi TIK, Wakil komandan batalyon(wadanyon) di batalyon A Sat Brimob papua, Wadanyon Batalyon B Timika, Komandan Batalyon , Danyon B Papua.

Kemudian dirinya pun mengikuti Sekolah Sespim kurang lebih 7 bulan di Lembang, yang semuanya di tempatkan di Mako Brimob.

“Saya dua tahun menjabat sebagai Komandan Detasemen Perlawanan Teror Di satuan Perlawanan Satuan Teror, setelah itu dipindahkan lagi jadi Danyon A Pelopor resimen tiga pelopor,” kata polisi yang kini berpangkat dua melati itu.

Berbagai pengalaman pun pernah di emabnya dalam 19 tahun bertugas di bagian Satuan Brimob Indonesia. Tugas Brimob pertamanya di Aceh Timur itu 2005.

"Operasi Sadar Meunasah waktu pasca tsunami, terkait dengan GAM. Di mana saat itu kita sudah tidak bisa melakukan perang lagi karena sudah ada perjanjian dan mereka sudah membaur dengan masyarakat,” kenangnya.

Ia juga sempat ditugaskan di Papua dan berhadapan pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Kalau yang di Jayapura ini banyak kejadian. Salah satu berkesan itu anggota Brimob Batalyon B di Timika itu tertembak kejadian itu seingat saya mau sore tertembak oleh KKB dan meninggal di tempat,” ungkap dia.

Ia pun diperintah untuk melakukan penjemputan jenazah anggota brimob yang tertembak oleh kkb saat itu.

“Posisinya TKP Ini di bawah di area Freeport di sungai Kopi , dan posisi saya di Mil 69,
saya diperintahkan turun jemput ini jenazah, akhirnya saya bawa 1 tim berjumlah 10 orang,” cetus Alli.

Proses evakuasi pun dimulai, Tim dari Pria Kelahiran Manokwari itu pun melakukan perjalanan kaki yang memakan waktu kurang lebih 4 jam lebih hingga tiba di lokasi evakuasi tersebut..

Setelah sampai dirinya pun segera mengevakuasi jenazah anggota Brimob tersebut dengan membawa 80 pasukan lainya yang diketahui setelah 3 hari berada dilokasi tersebut.

“Karena saat itu saya bawa juga ada 80 orang anggota juga yang sudah mengendap selama 3 hari jadi total 90 anggota yang saya bawa, mereka nginep itu nunggu target operasi dan bahan makanan habis,” ujar nya.

Proses evakuasi pun berjalan mulus, hingga para pasukan serta tim evakuasi tiba di lokasi penjemputan pada pukul 05.00 Wita.

“Sempat kontak disitu, tapi alhamdulilah gak ada yang kena, karena KKB itu karna di lihat itu dia main asal tebak,” singkatnya.

Pada momen itulah dirinya menganggap merupakan moment yang sangat dikenang ,dimana dirinya diketahui selama bertugas di Papua 3 kali mengalami kontak senjata dengan KKB.
19 Tahun mengabdikan dirinya di pasukan Satuan Brimob dirinya ditunjuk menjadi Kapolres Bone Bolango Gorontalo pada 3 Januari 2023.

“Karena yang namanya polisi, mo ditaruh di dimana harus siap,” kata Alli.

Selain itu dirinya pun turut merasakan dirinya saat menjadi kapolres serta sebelumnya menjadi pasukan Brimob.

“Kalau di pasukan kemarin kan hanya latihan, perang, begitu seterusnya, kalo polisi umum memang sangat berbeda dan harus saya belajar juga,” pungkas Kaplres Bone Bolango.

Sedikit pengalamannya saat menjabat kapolres pun diutarakan dimana banyak pelajaran yang diambil baik dari sebagai pasukan Brimob hingga menjadi Polisi umum yang lebih banyak bersosial dan menjaga keamanan masyarakat.

 

(TribunGorontalo.com/Agung)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved