Human Interest Story
Cerita Supardi Penjual Jagung Bakar di Gorontalo
Cerita Supardi Husuna (49), mantan sopir bentor yang saat ini berjualan jagung bakar.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Supardi-Husuna-49-mantan-sopir-bentor-9999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Supardi Husuna (49), mantan sopir bentor yang saat ini berjualan jagung bakar.
Ayah dari empat anak berjualan jagung bakar di Jalan Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Tepatnya, di kompleks Taman Kuliner Kalimadu. Namun lapaknya bukan berada di Taman Kalimadu tersebut.
Ia membuka lapaknya di kiri Jalan Kalimadu, beberapa meter setelah Indomaret unit Jalan Madura.
Supardi merupakan warga Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kota Gorontalo
Ia mengatakan baru tiga tahun berjualan jagung bakar. Sebelumnya ia menjadi sopir becak motor (bentor).
Supardi mengaku, memilih mata pencaharian berbeda bukan karena semata karena ingin punya penghasilan yang lebih inggi.
Melainkan, Supardi mengaku ia ingin melakukan eksplorasi jenis kerjaan yang berbeda.
"Sebenarnya, kalau soal penghasilan, tetap saja tidak menentu meski sudah beralih kerjaan. Saya menjual jagung bakar karena ingin mencoba hal baru," tutur Supardi.
Supardi mengatakan, soal penghasilan yang tidak menetap setiap harinya, selalu ia hadapi dengan berusaha melapangkan hati dan banyak bersabar.
"Terpenting, kita harus memperluas hati untuk banya bersabar saja," tambahnya.
Sebelum menjadi sopir bentor, Supardi mengawali karirnya dengan menjadi pengayuh atau pembawa becak putar.
Supardi juga mengatakan bahwa ia pernah bekerja di Sulawesi Tengah, sebagai pengrajin batok kelapa.
Ia mengaku, jika nanti ia sudah punya penghasilan yang cukup, ia ingin kembali menggeluti profesi pengrajin kelapa.
"Kalau saya sudah punya uang yang cukup, saya ingin balik bekerka mengolah kelapa seperti dulu," tutup Supardi.