Pasar Sentral Gorontalo
Baru Sepekan Pindah ke Gedung Baru Pasar Sentral Gorontalo, Pedagang Ini Minta Tembok Dibongkar
Baru sepekan direlokasi ke gedung baru Pasar Sentral Kota Gorontalo, pedagang kelapa giling meminta pemerintah merobohkan dinding di bagian belakang.
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dolly-Taliabu-menunjuk-tembok-yang-dianggap-menghalangi-jualannya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Baru sepekan direlokasi ke gedung baru Pasar Sentral Kota Gorontalo, pedagang kelapa giling meminta pemerintah merobohkan dinding di bagian belakang.
Dolly Taliabu mengaku tidak puas lapak dagangannya dipindahkan ke area paling belakang.
Sebelumnya, pedagang ini telah menjajakan kelapa giling di area luar pasar dengan hasil ekonomi yang cukup memuaskan.
Namun, suasana berubah drastis ketika pasar direnovasi, dan lapak dagangannya ditempatkan di sudut terpencil di bagian belakang pasar.
Menurutnya, tempat jualan terhalang oleh bangunan beton pagar.
Akses masuk hanya bisa dilakukan melalui pintu kecil yang sulit terlihat oleh konsumen.
"Tempat gilingan kelapa kami sekarang seperti dikurung dalam peti," ungkap Dolly kepada TribunGorontalo.com, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo Mengeluh Kesulitan Air Bersih dan Penerangan
Pasalnya, tempat jualannya tersembunyi di sudut paling belakang dan dihalangi oleh tembok setinggi 5 meter.
"Satu-satunya pintu masuk yang ada pun berukuran kecil," keluhnya.
Dolly mengharapkan pemerintah agar lapak dagangannya bisa terhubung dengan pedagang lainnya.
Karena itu dia mengusulkan salah satu dinding yang dianggap menghalangi dagangannya segera dirobohkan.
Terlepas dari semuanya, Dolly mengaku senang saat berjualan di luar pasar.
Baginya, di luar pasar, konsumen cenderung mudah menemukan lapaknya.
Namun, adanya penataan modern dan renovasi yang dilakukan, semua pedagang dipindahkan ke dalam pasar. (*)