Kericuhan Demo PT Gorontalo Mineral

BREAKING NEWS Polisi Periksa 5 Warga Bone Bolango Terkait Kericuhan Demo PT Gorontalo Mineral

Polda Gorontalo memeriksa sejumlah warga Bone Bolango yang diduga provokator dalam kericuhan aksi demonstrasi

|
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
Ist
Kericuhan demonstrasi di Kantor PT Gorontalo Mineral pada Senin (7/8/2023) kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Polda Gorontalo memeriksa sejumlah warga Bone Bolango yang diduga provokator dalam kericuhan aksi demonstrasi di PT Gorontalo Mineral.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro mengatakan, saat ini mereka telah mengamankan sedikitnya lima orang yang terlibat langsung.

“Ada 5 orang yang diamankan, sudah dilakukan pemeriksaan dari semalam oleh Ditkrimum Polda Gorontalo,” kata Desmont kepada TribunGorontalo.com, Selasa (8/8/2023).

Saat ini kelima orang terus menjalani pemeriksaan secara intensif.

“Kalau memang terbukti dan dilengkapi dengan bukti bukti yang ada, dan memang melanggar, kita akan proses," jelas Desmont.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro2
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro

Baca juga: Breaking News: Polisi Gorontalo Amankan 4.755 Liter Miras Cap Tikus Asal Sulut, Begini Modusnya

"Bapak Kapolda sudah menyampaikan kita proses sesuai prosedur sesuai fakta yang ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, terjadi kericuhan saat demonstrasi di PT Gorontalo Mineral.  Massa aksi melempari batu ke arah polisi penjaga demonstrasi. Akibatnya, tujuh personel polisi terluka.

Kejadian diawali aksi saling dorong antara para demonstran dengan aparat kepolisian pada Senin (7/8/2023 kemarin.

Polisi pengamanan yang berjaga di depan Kantor PT Gorontalo Mineral menghalangi demonstran.

Massa aksi disebut kesal karena pihak PT Gorontalo mineral tak kunjung menemui mereka.

Aksi damai itu pun berakhir ricuh.

“Ada tujuh personil kita terkena lemparan batu, rata rata semua di bagian kepala, kita langsung evakuasi. Sementara dipantau kesehatan mereka,” ungkap Kabid Humas tersebut.

Saat ini, kepolisian masih mengamati lokasi kericuhan. Mereka juga bermediasi dengan para massa aksi guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved