Tribun Health
Kombucha Dapat Membantu Menurunkan Tingkat Gula Darah pada Penderita Diabetes Tipe 2
Studi tersebut memberikan wawasan tentang potensi kombucha sebagai suplemen nutrisi yang membantu meningkatkan kontrol gula darah pada pasien diabetes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/482023_gula-darah_Diabetes.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa minuman fermentasi populer, kombucha, dapat menjadi pilihan yang bermanfaat.
Kombucha disebut bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 dalam mengelola tingkat gula darah mereka.
Hal itu seperti yang ditulis dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nutrition and Metabolic Insights seperti dikutip dari news-medical.net, Jumat (4/8/2023).
Studi tersebut memberikan wawasan tentang potensi kombucha sebagai suplemen nutrisi yang membantu meningkatkan kontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
Para peneliti dari Universitas Kesehatan Populasi Stanford melakukan penelitian terhadap sekelompok relawan yang menderita diabetes tipe 2.
Sebanyak 120 peserta berpartisipasi dalam studi selama periode tiga bulan.
Mereka dibagi menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama diberikan kombucha dalam dosis tertentu, sementara kelompok kedua menerima plasebo.
Selama penelitian, para peserta dimonitor secara ketat untuk mengukur perubahan dalam tingkat gula darah mereka.
Mereka juga diinstruksikan untuk tetap menjalani gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan olahraga teratur.
Setelah analisis data, tim peneliti menemukan bahwa kelompok yang diberi kombucha mengalami penurunan rata-rata 15 persen pada tingkat gula darah mereka.
Sementara kelompok plasebo hanya mengalami penurunan 3 persen yang tidak signifikan.
Perbedaan ini menunjukkan adanya efek positif kombucha dalam membantu mengendalikan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
Meskipun mekanisme persisnya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti berspekulasi bahwa kombucha mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.
Selain itu, bakteri probiotik yang terdapat dalam kombucha juga diduga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, yang selanjutnya dapat berpengaruh pada regulasi gula darah.
Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari efek kombucha pada diabetes tipe 2.
Studi lanjutan yang melibatkan jumlah peserta yang lebih besar dan durasi yang lebih lama akan membantu mengkonfirmasi temuan ini.
Ini akan membuka peluang untuk pengembangan potensial obat atau terapi berbasis kombucha untuk penderita diabetes tipe 2.
Dalam laporan akhir mereka, tim peneliti menyarankan agar penderita diabetes tipe 2 yang berencana untuk mengonsumsi kombucha sebagai bagian dari regimen pengobatan mereka, untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional kesehatan atau dokter.
Penggunaan kombucha tidak harus dianggap sebagai pengganti pengobatan diabetes yang telah ditetapkan oleh dokter, namun bisa menjadi pendukung dalam manajemen gula darah yang lebih baik," seperti dikutip dari News Medical.
Walaupun penelitian ini memberikan temuan menarik, para ahli tetap menekankan bahwa manajemen diabetes tipe 2 harus mencakup pendekatan yang holistik dan beragam.
Termasuk pola makan yang sehat, aktivitas fisik, pengobatan medis, dan konsultasi rutin dengan profesional kesehatan.(*)