Selasa, 17 Maret 2026

Pesan Kader Nasdem Alyun Hippy untuk Calon Wali Kota Gorontalo Pengganti Marten Taha

Sejumlah kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, akan mengakhiri masa jabatan mereka di tahun 2023.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pesan Kader Nasdem Alyun Hippy untuk Calon Wali Kota Gorontalo Pengganti Marten Taha
TribunGorontalo.com
Alyun Hippy, Ketua Bidang Komunikasi Publik DPW Nasdem Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kader Nasdem Alyun Hippy menanggapi soal calon Wali Kota Gorontalo nanti setelah Marten Taha meletakkan jabatannya tahun ini.

Ketua Bidang Komunikasi Publik DPW Nasdem Provinsi Gorontalo itu menyoroti tentang sosok yang cocok menggantikan Marten Taha di masa mendatang.

Menurut Alyun, siapa saja penjabat wali kota nanti, tidak menjadi masalah bagi Nasdem.

Harapan masyarakat, kata dia, penjabat wali kota itu dapat menyelesaikan segala proyek yang menggunakan dana PEN.

"Tentunya proyek yang lamban penyelesaiannya itu harus dipacu. Lamban dalam pengertiannya, ada beberapa dimensi yang harus di evaluasi mulai dari sisi pelaksanaannya, termasuk rekayasa teknis," jelas Alyun.

"Ini sebenarnya konstruksi yang sederhana dan mudah di kerjakan. Tingkat kerumitannya rendah, tetapi sampai dua kali lebaran pun proyek ini tidak selesai," lanjut dia.

Proyek-proyek tersebut menurutnya menjadi PR besar bagi pejabat wali kota. Sejak zaman Adhan Dambea sebagai wali kota telah melalui revitalisasi, hanya saja tidak melampaui tahun anggaran.

Selain memikirkan menyelesaikan pekerjaan konstruksi yang sederhana ini, penjabat wali kota diminta memikirkan dampak kemacetan, hingga mengantisipasi genangan air di wilayah itu.

Kata Alyun, masalah kemacetan sejauh ini masih belum diatasi secara maksimal. Jalanan sering digunakan sebagai parkiran mobil.

Baca juga: Profil Alan Lahay, Caleg Muda Nasdem Gorontalo yang Ingin Wujudkan Cita-cita Jadi Parlemen Andalas

"Harusnya, proyek konstruksi ini menambah volume jalan, supaya bisa menampung. Tetapi, secara realita sekarang karena tidak ada rekayasa lalu lintas. Dengan itu sudah ada indikasi jalan pandjaitan itu akan mengalami kemacetan total," ujarnya.

Ia menilai, penjabat wali kota ke depan harus bisa melakukan rekayasa di Jalan Pandjaitan. Sehingga, tujuan proyek beranggaran besar itu bisa memberi manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan.

Pasalnya, Jalan Pandjaitan merupakan akses mobilisasi kendaraan dan ikon bagi Kota Gorontalo.

"Tugas penjabat Walikota tentunya bagaimana memulihkan itu. Dan bagaimana memberikan citra yang baik untuk Gorontalo. Sebab, Kota Gorontalo itu ibu kota Provinsi Gorontalo," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved