Profil Nabil Kingdom Doe, Pesepakbola Cilik Gorontalo yang Masuk Timnas BLiSPI U-12 ke Turnamen Cina

Nabil Kingdom Doe, pesepakbola berusia 12 tahun muda masuk Timnas BLiSPI U-12 di Tournament Invitation to 2023 Binzhou International Football Town Cup

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
doc. Gorontalo United
Nabil Kingdom Doe, pemain Timnas BLiSPI U-12 di Tournament Invitation to 2023 Binzhou International Football Town Cup (Summer), Cina. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nabil Kingdom Doe, pesepakbola cilik berusia 12 tahun masuk Timnas BLiSPI U-12.

Nabil akan berlaga di Tournament Invitation to 2023 Binzhou International Football Town Cup (Summer), Cina.

Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Saprin Doe (40), dan ibunya Dewi Moridu (38).

Kata ayahnya (Saprin), Nabil memang sudah dua kali dipanggil ke skuad Timnas BLiSPI U-12.

Saat itu, Nabil membela Gorontalo United pada event sepak bola skala Nasional yang digelar oleh BLiSPI di Bogor.

Kemudian, ia terpanggil lagi ke timnas pasca mengikuti  turnamen yang sama di Surabaya.

"Kami dapat surat pemanggilan dari BLisPI. Nabil masuk skuat, suratnya kami dapat 1 Juli 2023 kemarin," ungkap Saprin kepada TribunGorontalo.com melalui panggilan telepon, Senin (3/7/2023).

BLiSPI diketahui singkatan dari Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia. Usia muda berbakat dalam sepak bola ditangani oleh Badan tersebut.

Badan ini terbentuk dari kerjasama Kemenpora dan PSSI.

Tujuan BLiSPI adalah mengatur regulasi sekolah sepak bola (SSB) di Indonesia, mulai pembinaan hingga penyelenggaraan turnamen usia muda.

Sejak umur 4 tahun, Nabil disebut mulai mencintai dunia sepak bola.

Ia mengikuti jejak ayahnya yang tak lain eks pemain Persigo dan Persidago.

Nabil ditempa Saprin (ayahnya) untuk menjadi pemain profesional. Kata Saprin, Nabil selalu merengek minta dibelikan bola kaki.

"Tiap lihat bola di warung, dia pasti suruh beli sampai Nabil itu menangis," kata Saprin.

Menurut Saprin, Nabil bisa masuk ke Timnas BLiSPI U 12 karena kepiawaiannya mengolah si kulit bundar.

Nabil mulai mencuri perhatian pelatih timnas BLiSPI di turnamen Bogor dan Surabaya.

"Dari ikut event ini, Nabil mulai dilirik oleh para pelatih yang ada di BLisPI," ujar Saprin.

Sebelum terpilih di Timnas BLiSPI U 12, Nabil juga sempat bermain di SSB asal Surabaya dan Lombok.

Dua kali Nabil bergabung di tim Surabaya, dan sekali bermain di SSB Lombok.

Saat ini, Nabil baru saja memasuki bangku kelas VII di SMPN 6 Kota Gorontalo lewat jalur prestasi.

Lulusan SDN 86 Kota Gorontalo itu meraih beragam prestasi. Nabil sempat masuk ke peringkat 4 Garuda Anak Nusantara (GAN) event sepak bola skala Nasional.

Kemudian, peringkat 4 di event Nasional BLiSPI Surabaya. Kedua prestasi itu didapatkan Nabil sewaktu membela tim SSB Gorontalo United.

Saprin menjelaskan, semua proses anaknya sampai menembus Timnas BLiSPI itu menggunakan biaya pribadi.

Tak ada sepeserpun pihak pemerintah membantunya. Untuk biaya transport saja, Saprin harus pontang panting mengajukan proposal ke orang-orang yang dikenalinya.

"Biaya pesawat sudah mahal sekarang, itu baru pergi, belum baliknya," jelasnya.

Ia berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan talenta muda lainnya asal Gorontalo. Sebab, para talenta ini telah mengharumkan nama Gorontalo di kancah nasional maupun internasional. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved