Setiap Kelurahan di Kota Gorontalo Akan Dijaga Polisi RW, Ini Tugasnya
Polisi RW ini menurut Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi akan bertugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2162023_Brigjen-Pol-Pudji-Prasetijanto-Hadi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Setiap kelurahan di Kota Gorontalo akan dijaga masing-masing oleh satu orang personel Polisi RW.
Polisi RW ini menurut Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi akan bertugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Kota Gorontalo adalah ibukota yang terbagi dalam 9 kecamatan. Dari jumlah itu, ada 50 kelurahan. Artinya, akan ada 50 polisi yang ditugaskan hanya untuk daerah ini.
Menurut Pudji, khusus Kota Gorontalo personnel akan melakukan backup 100 persen. Berbeda dengan kabupaten yang hanya 30 persen dari jumlah kelurahan.
"Ini sesuai dengan petunjuk dari Mabes Polri, bahwa personil Polri untuk kota harus 100 persen, dan kabupaten 30 persen," kata Pudji pagi tadi di Polresta Gorontalo Kota, Rabu (21/6/2023).
Kepada awak media, Pudji mengatakan, bahwa di setiap RW kabupaten dan kota harus sudah terisi oleh Polisi RW.
Pudji mengharapkan adanya Polisi RW membantu masyarakat dalam mengatasi masalahnya.
"Minimal permasalah yang kecil itu bisa terselesaikan, masyarakat yang menjaga, mereka juga yang menyelesaikan, itu harapan kami," tandas dia.
Polisi RW sebetulnya mirip dengan Bhabinkamtibmas, bedanya tipis seperti yang dijelaskan dalam artikel yang diterbitkan Tribun Jakarta.
Kedudukan Polisi RW mirip dengan Bhabinkamtibmas, bedanya Polisi RW membina di tingkat RW sedangkan Bhabinkamtibmas di tingkat Kelurahan.
"Jadi sifatnya side job, misal polisi bersangkutan bertugas di Reserse, side job-nya membina di suatu RW," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Indarto.
Penempatan tugas Polisi RW ditetapkan berdasarkan domisili atau dekat dengan domisili anggota polisi bersangkutan.
Ruang lingkup kerja polisi RW fokus pada pembinaan komunikasi yang baik ke warga dengan membentuk wadah komunikasi sendiri.
Seperti halnya membuat grup WhatsApp dan melakukan komunikasi door to door setiap seminggu dua kali.
"Sekarang ini komunikasi sudah bagus, tapi kalau ada polisi RW komunikasi akan jauh lebih bagus lagi," tukas Kapolres. (*)