Pemkot Gorontalo
Pemkot Gorontalo Siapkan RP 17.9 Miliar untuk Turunkan Angka Stunting
Sebab itu, Pemkot Gorontalo memiliki visi misi tersendiri untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/962023_Wakil-Wali-Kota-Gorontalo-Ryan-Kono.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemkot Gorontalo alokasikan anggaran sebesar Rp 17.9 Milyar untuk penurunan angka stunting.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono saat menghadiri kunjungan tim penilai capaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
"Tahun lalu kami anggarkan sebesar Rp 12 Milyar lebih, namun tahun ini meningkat," kata Ryan, Jumat (9/6/2023).
Anggaran sebesar itu kata Ryan akan digunakan melalui intervensi spesifik yang menjadi penyebab langsung. Juga intervensi sensitif menjadi penyebab tidak langsung.
Dalam sambutannya itu, Ryan turut menjelaskan terkait penurunan angka stunting yang menjadi target nasional di 2024.
"Target penurunannya itu sebesar 14 persen, dan kemiskinan ekstrem sebesar 0 persen," imbuhnya.
Sebab itu, Pemkot Gorontalo memiliki visi misi tersendiri untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Adapun visi misinya mewujudkan kesetaraan bagi masyarakat untuk memperoleh aksi layanan pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya yang terjangkau dan berkualitas.
Kemudian, meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang handal di semua sektor publik.
"Tahun lalu, kami berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,4 persen menjadi 19,1 persen," ujarnya.
Jika dibandingkan di 2021, Pemkot Gorontalo hanya mampu menurunkun kasus stunting sebesar 26,5 persen.
Posisi ini berada di bawah angka stunting Nasional maupun provinsi. Dengan begitu, capaian tersebut menunjukkan bahwa implementasi dan program penurunan stunting berjalan efektif dan relevan dalam mendukung target Nasional. (*)