Sabtu, 14 Maret 2026

DPRD Provinsi Gorontalo

Hamid Kuna Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Para Guru

Kata Hamid, pihaknya sudah menyepakati untuk meminta Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo kembali melihat formulasi guru. 

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Hamid Kuna Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Para Guru
TribunGorontalo.com/DPRD
Hamid Kuna, anggota DPRD Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Hamid Kuna, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo meminta dinas pendidikan menindaklanjuti keluhan para guru. 

Terutama kata Hamid Kuna, terkait kekosongan formasi harus segera ditindaklanjuti. 

Kata Hamid, pihaknya sudah menyepakati untuk meminta Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo kembali melihat formulasi guru. 

Terutama karena terjadi kekosongan formulasi. Kata Hamid Kuna, isu ini memang akan diprioritaskan untuk didesak DPRD Provinsi Gorontalo

Menurutnya, keberadaan guru di provinsi Gorontalo sangat dibutuhkan, baik yang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berstatus PPPK.

"Kami minta kepada pihak Dinas Pendidikan agar bisa dilihat kembali formulasi atau dikaji kembali data yang ada pada Dapodik (data pokok pendidikan),” pintanya. 

Sebelumnya, sejumlah guru mengeluhkan masalah ke DPRD Provinsi Gorontalo.

Para guru ini dipimpin oleh Zulfikar Ladiku Ketua Forum Asosiasi Guru Honorer (FAGH). 

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (23/5/2023). 

Ada sejumlah keluhan yang disampaikan para guru berstatus honorer dan PPPK. 

Keluhan pertama kata Zulfikar Ladiku terkait dengan para guru PPPK yang tak mendapatkan penempatan. 

Ada sedikitnya 117 guru yang bernasib demikian. Kendati, saat ini banyak sekolah di Gorontalo yang justru kekurangan guru. 

Selain memperjuangkan hak 117 guru PPPK itu, ia juga mempertanyakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

“(data dapodik) tidak terjamin kualitas dan integritas inputan yang berpotensi merugikan guru honor,” kata Zulfikar. 

Gara-gara itu, banyak  kata dia guru honorer yang mengeluh. Sebab, banyak yang tak mendapat jam mengajar yang cukup. 

“(Ini) merugikan guru lainnya, serta analisis kebutuhan guru di tingkat satuan pendidikan masih ada indikasi sarat kepentingan," tegasnya dia. 

Saat dikonfirmasi, Rudi W.E Daenubnu Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo mengaku akan menindaklanjuti keluhan para guru. 

Terkait dengan masalah penempatan PPPK, ia akan memperbaharui Dapodik. 

“Dalam waktu yang secepat-cepatnya, Dinas Pendidikan akan melakukan pertemuan dengan operator Dapodik, serta Kepala sekolah,” janji Rudi. 

Ia pun meminta kesempatan kepada para guru. Mestinya, hari ini, Rabu (24/5/2023) masalah tersebut bisa diselesaikan.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved