Arti Kata
Mengenal Apa Itu Su-25, Jet Tempur Ukraina yang Ditembak Jatuh Rusia di Wilayah Kherson
Pasukan Rusia berhasil menembak jatuh 3 unit jet tempur militer Ukraina termasuk satu unit pesawat serang daray Su-25 yang juga disebut Frogfoot.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Pasukan Rusia berhasil menembak jatuh 3 unit jet tempur militer Ukraina termasuk Su-25.
Apa Itu Su-25?
Dilansir TribunGorontalo.com dari military-today.com, Sukhoi Su-25 adalah pesawat serang darat yang juga disebut oleh Barat dengan nama Frogfoot.
Jet jenis ini secara luas dianalogikan dengan A-10 Amerika Serikat namun telah matang menjadi pesawat perang yang lebih canggih.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Pantsyr SA-22, Rudal Rusia yang Hampir Jatuhkan Drone Amerika Serikat di Suriah
Prototipe T-8 melakukan penerbangan pertamanya pada 22 Februari 1975, tetapi tipenya didesain ulang secara komprehensif sebelum produksi seri disahkan.
Su-25 menerbangkan sekitar 60.000 sorti tempur di Afghanistan dan pengalaman ini menyebabkan serangkaian modifikasi yang diterapkan pada pesawat produksi dari tahun 1987.
Su-25 juga sangat berkomitmen untuk mendukung intervensi Rusia di Chechnya dan aksi militer di Suriah. Su-25 diekspor secara luas dan digunakan dalam berbagai konflik militer.
Angkatan Udara Rusia saat ini mengoperasikan sekitar 250 Su-25 dari semua varian.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Lancet, Drone Pembawa Hulu Ledak Rusia yang Hancurkan Sisa Pertahanan Udara Ukraina
Tipe ini memainkan peran utama dalam kelompok penyebaran cepat yang dibentuk di masing-masing dari enam distrik militer Federasi Rusia.
Pesawat Su-25 yang lebih tua digunakan bersama dengan versi yang baru ditingkatkan, seperti Su-25SM3 Grach, yang mulai beroperasi pada tahun 2013.
Banyak bekas republik Soviet mendapatkan resimen Su-25 yang ditempatkan di wilayah mereka setelah pecahnya Uni Soviet.
Baca juga: Mengenal Apa Itu CAMM, Rudal Inggris yang Dikerahkan ke Polandia Begitu Perang Rusia Dimulai
Operator tersebut terdiri dari Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Georgia, negara bagian Abkhazia yang tidak diakui, Kazakhstan, Turkmenistan (dalam penyimpanan) dan Uzbekistan.
Su -25 telah diekspor ke Angola, Bulgaria, Kongo, Pantai Gading, Republik Ceko, Eritrea, Ethiopia, Irak, Makedonia, Korea Utara, Peru, Slovakia, Sudan, dan mungkin beberapa negara lain.
Nilai Su-25 saat ini dalam kondisi baik adalah sekitar 11 juta dolar.
Baca juga: Mengenal Apa Itu MiG-31, Jet Tempur Rusia yang Terbakar dan Jatuh Menabrak Danau saat Latihan
Rusia Jatuhkan Su-25 Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari Russia Today pada Sabtu (6/5/2023), Rudal rusia menghancurkan dua unit MiG-29 dan satu unit pesawat tempur Su-25.
Pasukan Rusia telah menembak jatuh tiga pesawat tempur Ukraina dalam satu hari, kata Kementerian Pertahanan di Ibu Kota Rusia, Moskow pada Selasa (2/5/2023).
Baca juga: Mengenal Apa Itu MiG-29, Jet Tempur Soviet yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Kemenhan Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udara telah menghancurkan dua jet tempur MiG-29 era Soviet di wilayah Donetsk dan Kherson, di mana sebuah pesawat pendukung jarak dekat Su-25 Ukraina juga dijatuhkan.
Selain itu, militer Rusia juga mencegat 8 rudal Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan AS dan melumpuhkan enam drone Ukraina, tambah Kemenhan Rusia.
Pasukan Rusia, menurut Kemenhan, menghancurkan total 416 pesawat tempur, 230 helikopter, dan hampir 4.000 kendaraan udara tak berawak atau drone sejak dimulainya konflik dengan Ukraina pada 24 Februari tahun lalu.
Meski mengalami kerugian, Ukraina telah menerima sejumlah jet MiG-29 era Soviet dari pendukung Baratnya, terutama Slovakia dan Polandia.
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-16, Jet Tempur AS yang Enggan Dikirim Biden untuk Ukraina di Tengah Perang Rusia
Slovakia dan Polandia telah berjanji untuk mendukung Ukraina dengan sekitar dua lusin jet, dengan pengiriman pertama sudah mulai berdatangan.
Ukraina dalam banyak kesempatan meminta sekutunya untuk mengirimkan pesawat tempur modern seperti F-16, meskipun permintaannya sejauh ini belum dikabulkan.
Rusia telah berulang kali memperingatkan Barat bahwa pengiriman senjata ke Ukraina hanya akan memperpanjang konflik.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov bersikeras pada awal Februari bahwa pertimbangan Barat tentang pengiriman pesawat tempur ke Ukraina tidak hanya menyoroti "keterlibatan mereka yang meningkat" dalam permusuhan, tetapi juga menyebabkan meningkatnya ketegangan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.