Menikmati Sinole, Makanan Tradisional Masyarakat Sulawesi Tengah

Sementara sinole jadi favorit masyarakat Luwuk Banggai di kala liburan. Entah akhir pekan maupun liburan seperti Idul Fitri saat ini.

|
istimewa
Sinole ini dimakan bersama ikan bakar dan sambal rica-rica. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masyarakat Kabupaten Banggai kerap menikmati makanan tradisional di Hari Raya Idul Fitri.

Sebut saja lamang, burasa, onyop, hingga sinole. Jika lamang dan burasa dihidangkan saat hari H. 

Makanan berbahan dasar beras ketan itu cukup digemari masyarakat. 

Sementara sinole jadi favorit masyarakat Luwuk Banggai di kala liburan. Entah akhir pekan maupun liburan seperti Idul Fitri saat ini.

Sinole berbahan dasar Sagu. Sagu yang dipilih harus bertekstur sedikit basah agar memberi rasa kenyal di mulut.

Mula-mula sagu disangrai di panci berukuran sedang. Lalu diberi tambahan parutan kelapa secukupnya.

Kemudian tambahan sedikit air kelapa dan gula agar nantinya sinole lebih gurih.

Sinole ini dimakan bersama ikan bakar dan sambal rica-rica.

Biasanya masyarakat menikmati sinole di tepi pantai pada siang hari atau di pinggiran sungai.

Sinole selalu menjadi primadona bagi keluarga di Kabupaten Banggai pada umumnya.

Beberapa restoran tepi pantai di Kota Luwuk menyediakan menu ini.

Pada liburan Idul Fitri saat ini, beramai-ramai acara halal bi halal atau pun reunian akbar memilih makanan sinole sebagai menu utama.

Karena selain mudah disajikan, makanan ini bercita rasa lezat dan menjadi menu yang istimewa bagi anak rantau. 

"Sinole sampai sekarang masih andalan sih. Jarang sekali makan ini nanti pulkam," ucap Hari kepada TribunGorontalo.com, Senin (24/4/2023).

Pria kelahiran 1993 itu mengaku sangat menyukai sinole sebab pas dengan lidah orang Sulawesi.

"Torang kan suka pedas. Nah sinole ini pas dimakan dengan rica-rica lemon," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved