Jangan Salah! Berikut Perbedaan Lontong, Ketupat, dan Buras
Tetapi jangan salah. Ketiga kuliner ini meski sama-sama berbahan beras, namun berbeda. Bisa dibilang, serupa tapi tidak sama.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kuliner yang hampir pasti ada di meja saat lebaran Idul Fitri adalah lontong, ketupat, dan buras.
Tetapi jangan salah. Ketiga kuliner ini meski sama-sama berbahan beras, namun berbeda. Bisa dibilang, serupa tapi tidak sama.
Karena itu, berikut TribunGorontalo.com rangkum perbedaan lontong, ketupat, dan buras.
Lontong
Biasanya memiliki rasa yang tawar seperti nasi. Teksturnya sedikit lembek dan biasanya direbus dalam air yang banyak.
Cara membuatnya, beras dicuci bersih lalu dibungkus dengan plastik ataupun daun pisang.
Seperti dilansir dari kompas.com, Executive Chef Santika Mataram Lombok, Nyoman Putra Yasa menjelaskan, jika lontong biasanya disantap dengan sate.
Ketupat
Ketupat umumnya berbahan dasar beras. Kulit ketupat terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam menjadi bentuk tertentu, biasanya bentuk segiempat.
Kemudian diberi beras di dalamnya. Ketupat yang sudah diberi beras akan direbus selama beberapa jam hingga menjadi nasi padat.
Ketupat biasa dimakan bersama opor ayam dan makanan berkuah lainnya.
Buras
Buras merupakan kudapan khas Suku Bugis. Buras mirip lontong.
Namun bentuk buras lebih pendek dibanding lontong. Biasanya buras menggunakan bahan beras yang dimasak bersama santan.
Rasanya pun lebih gurih, tidak seperti lontong yang terasa tawar.
"Buras menjadi makanan wajib untuk disajikan dalam beberapa acara besar Suku Bugis seperti pertunangan, pernikahan atau tahlilan," papar Eksekutif Chef Suwanta Hotel Four Points by Sheraton Makassar, kepada Kompas.com.
Cara memasak buras, biasanya dikukus selama 45 menit hingga nasi matang.
Buras nikmat disantap dengan coto Makassar, conro, dan bakso.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lebaran-Ketupat-di-Gorontalo.jpg)