Rabu, 4 Maret 2026

Pilpres 2024

313 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Sinyal Puan Maharani, PDIP-Gerindra Saling Rindu?

Sinyal Puan Maharani mendekati koalisi besar lima partai politik terkesan ada kerinduan antara PDIP dan Partai Gerindra.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto 313 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Sinyal Puan Maharani, PDIP-Gerindra Saling Rindu?
Kolase TribunGorontalo.com/@puanmaharaniri
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Sinyal Puan Maharani mendekati koalisi besar lima partai politik terkesan ada kerinduan antara PDIP dan Partai Gerindra. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sinyal Puan Maharani mendekati koalisi besar lima partai politik terkesan ada kerinduan antara PDIP dan Partai Gerindra.

Manuver Ketua DPP PDIP itu sekaligus dapat dibaca sebagai peran moderat yang dijalankan partai pemenang Pemilu 2019 ini.

"Selalu dalam politik ada bagian yang konservatif dan bagian yang moderat," ujar Rocky Gerung saat wawancara dengan Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang pada kanal Rocky Gerung Official, Rabu 5 April 2023 malam.

Diskusi kali ini mengangkat tema "Tak Sejalan. Mega Hindari Ketemu Jokowi, Puan Mendekat Koalisi Besar".

Kata Rocky, bagian yang konservatif di PDIP adalah Megawati Soekarnoputri. Dan Bagian moderat, Puan Maharani.

Lanjut pengamat politik ini, meski sebagai putri Megawati, tapi Puan merasa kejar-kejaran dengan usia politiknya, bukan usia secara biologis.

"Tentu Puan punya hitungan sendiri," katanya.

Puan mau muncul sebagai tokoh yang main di bagian moderat.

Menurut Rocky, PDIP kesulitan mencari tokoh capres. "Memang PDIP ada rindu-rindunya pada Gerindra, atau sebaliknya Gerindra yang rindu PDIP," ucap mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini.

Lanjutnya, kalau koalisi besar terjadi, akan ada duet Prabowo Subianto - Joko Widodo melawan kubu Anies Baswedan.

"Tinggal begitu sebetulnya hitungan riil politik. Kecuali pak Mahfud MD bikin move agak berbahaya sehingga terpancing orang mencalonkan dia sebagai capres," ujar dia.

Rocky bilang, Puan sebenarnya berpotensi (capres) kalau dari awal sudah diajukkan namanya.

Bantah Syarat Capres

Puan Maharani, membantah adanya syarat masuk koalisi bagi partainya adalah mutlak calonkan diri jadi R1 atau capres. Bukan cawapres.

Ia lantas menambahkan, PDI-P menyambut adanya koalisi besar gabungan KIB (Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan KKIR (Koalisi kebangkitan Indonesia Raya) yang diwacanakan 5 partai politik.

"Untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya tentu saja PDI-P menyambut. Apapun yang kemudian bisa dilakukan bersama-sama dalam berbangsa dan bernegara," kata Puan, Rabu (5/7/2023) kepada tim Liputan Kompas TV Jakarta.

Untuk syarat koalisi itu, katanya, PDI-P juga tidak mensyaratkan capres harus dari pihaknya.

"Ngga ada persyaratan PDI-P RI1," jelasnya.

"Namun saat ini memang jumlah suara PDI-P sangat memungkinkan untuk memajukan calon sebagai RI 1," tambah Ketua DPR RI itu.

Putri Presiden Ke-5 Megawati itu lantas menjelaskan, koalisi harus dibicarakan dengan baik dan matang. Terutama visi dan misi harus bangun Indonesia.

"Jadi itu aja. Semua harus dipersiapkan dengan baik dengan matang. Dijajaki apakah visi dan misinya itu bisa membangun indonesia kedepan," jelasnya.

Ia juga menyebut, PDI-P juga bakal berbicara dan mengunjungi para parpol.

"InsyaAllah ke depannya ini kan masih ada waktu, kami PDI-P akan silaturahmi dengan parpol lain," paparnya.

Untuk waktunya, pihaknya sedang mencari waktu yang tepat.

"Kita liat timing-nya, ini udah hari ke 14 (Ramadan). Nanti juga ada cuti bersama, udah mepet, tentu semua punya rencana masing-masing menjelang lebaran karena kepentingan cuti bersama," paparnya.

"Kan enggak ada yang terlambat dan tidak perlu juga dilakukan terburu-buru bisa juga dilakukan saat halal bihalal setelah Idul Fitri," jelas Puan.

Sebelumnya, 5 parpol besar pro pemerintahan Presiden Jokowi berkumpul pada Minggu (2/4/2023) kemarin. 5 parpol itu Gerindra, PKB, PAN, Golkar, PPP). 

Mereka mewacanakan penggabungan diri jadi sebuah koalisi besar yang merupakan gabungan dari KIB (Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan KKIR (Koalisi kebangkitan Indonesia Raya).

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved