Ramadhan
Jualan Lopes Selama 15 Tahun Setiap Ramadhan Gorontalo, Penjual Ini Raup Omzet Rp 6 Juta per Hari
Pedagang yang beradu peruntungan menjual lopes adalah Eva Mohamad (40). Ia hanya menjual kue lopes setiap bulan ramadhan.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2932023_lapak-lopes_eva.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kue lopes merupakan kudapan yang sangat dicari pada bulan ramadhan.
Kue yang dibalut dengan kelapa serta gula merah tersebut, umumnya di Gorontalo hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadhan .
Pedagang yang beradu peruntungan menjual lopes adalah Eva Mohamad (40). Ia hanya menjual kue lopes setiap bulan ramadhan.
Lapaknya yang kecil tak pernah sepi pembeli. Banyak warga yang rela antri demi bisa mencicipi lopes buatan Eva.
Lapak Eva terletak di Jalan H.B Jassin, Limba U I, Kota Selatan,Kota Gorontalo.
Eva sendiri telah menggeluti kebiasaan ini sejak belasan tahun yang lalu. Ia berjualan lopes sejak 2005 silam.
“Saya berjualan sudah dari kurang lebih 15 tahunan lalu,” curhatnya kepada TribunGorontalo, Rabu (29/3/2023).
Setiap hari ia mengaku memasak ratusan lopes. Ia menjualnya sedari siang hingga sore menjelang buka.
“Enam dandang, pokoknya satu dandang itu hampir 700 bungkus (kue lopes),” katanya.
Setiap berjualan dirinya dibantu oleh anak serta suaminya. Dari usahanya itu, ia meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap hari.
“Satu hari keuntungan hampir Rp 6 juta,” katanya.
Namun bukan tanpa perjuangan membuat lopes yang enak. Sebab, lopes biasanya menggunakan banyak bahan-bahan.
Satu di antaranya beras ketan (pulut). Beras ini selain mahal, juga sulit didapat.
Karena itu, ia sudah menyediakan stok beras ini jauh sebelum ramadhan.
“Kalau beras pulo sebelum puasa so stok, karena sehari itu memasaknya bisa sampai 54 kilo (kg),” kata dia.
Lopes yang dijual Eva beragam. Terdapat dua rasa yang saat ini dijajakan, di antaranya rasa durian dan rasa original.
Lapak Eva sendiri hanya jualan selama ramadhan saja.
Seorang warga Gorontalo yang ditemui TribunGorontalo.com mengakui, bahwa lopes memang hanya hadir di bulan ramadhan.
“Ini kue khas pada bulan ramadhan, karena nanti bulan ramadhan baru ada,” ungkap Salim Al Hasni salah satu pembeli kudapan kue Lopez
Ia mengaku, setiap buka puasa panganan dari beras ketan tersebut menjadi menu utama dalam berbuka
“Tiap tahun pasti saya membeli ini. Ini untuk buka puasa,” katanya.
“Kalo sekarang sudah ada rasa durian, original,” tambah singkat Salim.
Namun dibalik enaknya penganan berbuka yang satu ini, menu ini tidak direkomendasikan buat para penderita maag (gerd). (*)