Angka Kemiskinan Gorontalo Tinggi, Padahal Angka Pengangguran Turun
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Adnan Wimbyarto pada Konferensi Pers bertajuk “APBN Lo Hulondalo”, Rabu (29/3/2023) mengungkapkan jika pemerint
Penulis: Redaksi |
Reporter: Praila Libriana
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Angka kemiskinan Gorontalo masih cenderung tinggi. Memang, dalam 4 tahun terakhir, terjadi fluktuasi angka kemiskinan Gorontalo.
Secara rinci, tahun 2020 angka kemiskinan Gorontalo sebesar 15,22 persen. Sedangkan tahun 2021 naik menjadi 15,61 persen.
Kemudian tahun 2022 turun menjadi 15,42 persen. Lalu tahun 2023 kembali naik tipis menjadi 15,51 persen.
Jika dilihat, angka kemiskinan Gorontalo ini di atas kemiskinan nasional yang hanya 9,57 persen.
Sebetulnya, sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.
Namun, jika melihat angka yang ada, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Ataupun tidak sepenuhnya berhasil.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Adnan Wimbyarto pada Konferensi Pers bertajuk “APBN Lo Hulondalo”, Rabu (29/3/2023) mengungkapkan jika pemerintah memiliki tugas banyak menurunkan angka ini.
Ia pun tampaknya heran dengan angka kemiskinan Gorontalo yang naik, tetapi justru angka pengangguran turun.
"Untuk ketenagakerjaan, angka pengangguran kita alhamdulillah turun 0,43 persen,” kata dia.
Mestinya, jika angka pengangguran turun, berarti tingkat kemiskinan harusnya turun.
“Kan orang sudah pada bekerja," ujar Adnan.
Meski begitu ia menjelaskan, untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo diperlukan adanya dorongan.
Pemerintah baik provinsi hingga daerah, mesti memperkuat kewirausahaan/industri mikro serta peningkatan kapasitas BUMD.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/16072022_Warga-Miskin_.jpg)