Operasi Pekat Otanaha Jelang Ramadhan Gorontalo, Polisi Sasar Peredaran Miras hingga Prostitusi
Peresmian operasi Pekat Otanaha ditandai dengan apel pagi di Polda Gorontalo, Senin (20/3/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/25072022_Miras.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Polda Gorontalo memulai operasi Pekat Otanaha dua hari jelang Ramadhan.
Peresmian operasi Pekat Otanaha ditandai dengan apel pagi di Polda Gorontalo, Senin (20/3/2023). Apel dipimpin oleh Karo Ops Polda Gorontalo Kombes Pol Tony E. Sinambela.
Menurutnya, operasi ini memang merupakan cipta kondisi jelang bulan suci Ramadhan. Misinya pemberantasan penyakit masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa operasi penyakit masyarakat dilaksanakan selama 10 Hari.
Operasi akan dimulai tanggal 20 - 29 Maret 2023. Akan melibatkan 327 personel Polda Gorontalo dan Polres jajaran.
“Dengan dimulainya operasi Pekat ini, saya harap mampu menekan angka kejahatan lebih khusus yang menjadi sasaran utama adalah penyakit masyarakat di Provinsi Gorontalo,” tuturnya
Sementara itu, Kabid Propam Polda Gorontalo Kombes Pol Fediansyah, Kasatgas Ban Ops berpesan agar personel bertindak sesuai dengan aturan dan standar operasional personel.
“Saya harap personel yang terlibat dalam operasi Pekat ini agar bertindak sesuai dengan SOP, jauhi pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri,” tegasnya.
Adapun sejumlah pelanggaran yang akan disasar dalam operasi Pekat Otanaha ini yakni perjudian, peredaran minuman keras, senjata tajam, senjata api/bahan peledak, premanisme, prostitusi serta narkotika/psikotropika.(*)