Puan Maharani
Panutanku Tempat Belajarku, Figur Capres PDIP Puan Maharani: Selamat Ulang Tahun Mama
Kandidat capres PDIP Puan Maharani mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240123-puan-mega.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kandidat capres PDIP Puan Maharani mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Megawati berulang tahu ke-76 pada Senin 23 Januari 2023. Ketua DPR RI ini pun meng-upload video dan diberikan caption pada akun Instagram.
@puanmaharaniri
Panutanku, tempat belajarku
Selamat ulang tahun, Mama (emoji love)
Status Puan itu telah mendapatkan 32.286 like dan 668 komentar dalam 13 jam per Selasa 24 Januari 2023.
Beberapa komentar netizen:
@patricias_sreal
Selamat ulang tahun ibu.. doa terbaik untukmu.. selalu …. (emoji love)
@ hernawati9475
Selamat Ulang Tahun Bu Mega, semoga sehat Selalu...
@kangsil2
Selamat ultah Bu hj. Megawati. Sehat selalu dan panjang umur.
@hendrawijayast
Selamat Ulang Tahun Ibu kami Hj. Megawati Soekarnoputri
@aisyahnhdyt
Alhamdulillah ya mbak puan punya ibu yang pengertian sama anaknya
@azka.ayulutfiah
Panjang umur dan selalu diberikan kesehatan ibu megawati yang ke-76 Tahun
Puan Maharani adalah putri dari Megawati. Puan masuk bursa capres dari PDIP.
Cucu Presiden Soekarno ini disebut paling kuat sebagai capres disamping Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Ibunya Megawati adalah politisi yang juga mantan Presiden RI. Berikut profil singkat Megawati:
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir 23 Januari 1947) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.
Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan putri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia.
Pada 20 September 2004, ia kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.
Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.
Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar.
Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.
Namanya, Soekarnoputri (berarti 'putri Soekarno'), adalah patronimik, bukan nama keluarga.
Orang Jawa sering tidak memiliki nama keluarga. Dia sering disebut hanya sebagai Megawati atau Mega, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti 'dewi awan'.
Dalam pidatonya di depan para siswa SD Sri Sathya Sai, dia menyebutkan bahwa politisi India Biju Patnaik menamainya atas permintaan Soekarno.
Kehidupan awal dan pendidikan
Megawati lahir di Yogyakarta dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.
Megawati adalah anak kedua dan putri pertama Soekarno.
Dia dibesarkan di Istana Merdeka ayahnya. Dia menari untuk tamu ayahnya dan mengembangkan hobi berkebun.
Megawati berusia 19 tahun ketika ayahnya melepaskan kekuasaan pada tahun 1966 dan digantikan oleh pemerintahan yang akhirnya dipimpin oleh Presiden Soeharto.
Pendidikan
Megawati kuliah di Universitas Padjajaran di Bandung untuk belajar pertanian tetapi keluar pada tahun 1967 untuk bersama ayahnya setelah kejatuhannya.
Pada tahun 1970, tahun ayahnya meninggal, Megawati pergi ke Universitas Indonesia untuk belajar psikologi tetapi keluar setelah dua tahun.
Karier politik
Megawati sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1987.
Pada tahun 1986, Soeharto memberikan status Pahlawan Proklamasi kepada Soekarno dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Megawati.
Pengakuan Soeharto memungkinkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sebuah partai yang didukung pemerintah, untuk mengkampanyekan nostalgia Soekarno menjelang pemilihan legislatif 1987.
Selama ini Megawati melihat dirinya sebagai ibu rumah tangga, tetapi pada tahun 1987 ia bergabung dengan PDI dan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
PDI menerima Megawati untuk mendongkrak citranya sendiri. Megawati dengan cepat menjadi populer, statusnya sebagai putri Soekarno mengimbangi kurangnya keterampilan berpidato.
Meski PDI berada di urutan terakhir dalam pemilu, Megawati terpilih menjadi anggota DPR.
Seperti semua anggota DPR, ia juga menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Ketua Partai Demokrasi Indonesia
Megawati tidak terpilih kembali, tetapi tetap menjadi anggota PDI. Pada bulan Desember 1993, PDI mengadakan kongres nasional.
Seperti yang selalu terjadi ketika partai-partai oposisi Orde Baru mengadakan kongres, pemerintah aktif ikut campur.
Menjelang Kongres, tiga orang bersaing untuk menjadi ketua PDI. Petahana, Soerjadi, menjadi kritis terhadap pemerintah.
Kedua, Budi Harjono sosok ramah pemerintah yang didukung pemerintah. Yang ketiga adalah Megawati.
Pencalonannya mendapat dukungan luar biasa sehingga pemilihannya di Kongres menjadi formalitas.
Ketika kongres berkumpul, pemerintah terhenti dan menunda upaya untuk mengadakan pemilihan.
Kongres menghadapi tenggat waktu ketika izin mereka untuk berkumpul akan habis.
Saat jam-jam berlalu hingga akhir kongres, pasukan mulai berkumpul.
Dengan waktu tinggal dua jam lagi, Megawati mengadakan konferensi pers, menyatakan bahwa karena dia menikmati dukungan mayoritas anggota PDI, dia sekarang menjadi ketua de facto.
Meskipun relatif kurang pengalaman politik, dia populer sebagian karena statusnya sebagai putri Soekarno dan karena dia dipandang bebas dari korupsi dengan kualitas pribadi yang mengagumkan.
Di bawah kepemimpinannya, PDI memperoleh banyak pengikut di kalangan kaum miskin perkotaan dan kelas menengah perkotaan dan pedesaan.
(*)