Profil Sang Raja Bola Dunia Asal Brasil: Pele Terbaik Sepanjang Masa

Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja. Berikut profil lengkapnya.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Pele semasa hidup. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja. Berikut profil lengkapnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sang raja sepak bola dunia telah pergi. Pele yang memiliki nama asli Edson Arantes do Nascimento wafat pada Kamis 29 Desember 2022 waktu setempat atau Jumat dini hari dalam usia 82 tahun.

Selama masih ada sepak bola, Pele akan senantiasa bertakhta.

Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Piala Dunia FIFA sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko.

Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.

Berikut profil lengkapnya dikutip TribunGorontalo.com dari wikipedia.org:

Pelé lahir di Três Corações adalah anak pemain sepak bola yang bermain di Fluminense, Dodinho dengan Dona Celeste Arantes.

Awalnya dia dipanggil dengan nama Dico tetapi kemudian ia dipanggil sebagai Pelé oleh teman-temannya merujuk pada kiper Vasco da Gama yang merupakan idolanya, Bilé.

Pelé hidup dalam kemiskinan di Sao Paulo. Dia mencari uang tambahan sebagai pelayan di kedai teh setempat.

Dia kemudian bergabung dengan klub lokal Bauru sejak 1952 namun Pelé tidak mampu membeli sepatu bola.

Ia kemudian bermain dengan mengikatkan koran bekas di kakinya sebagai sepatu, dan buah jeruk sebagai bolanya.

Pada tahun 1956, Pelé mengikuti seleksi pemain sepak bola di klub Santos, sebuah klub kecil di luar Sao Paulo.

Pemandu bakat yang melihatnya kemudian berkata kepada Presiden klub bahwa anak 15 tahun yang bernama Pelé akan menjadi "pemain terbaik dunia".

Pelé kemudian memulai debutnya di Santos pada 7 September 1957 mencetak 1 gol dalam kemenangan 7-1 melawan Corinthians dalam pertandingan eksebisi.

Ketika liga dimulai Pelé telah mendapatkan tempat utama dalam tim senior Santos.

Pada akhir musim kompetisi Pelé keluar sebagai top scorer liga pada umur 16 tahun.

Hanya dalam tempo singkat, Pelé kemudian dipanggil untuk bergabung dengan skuad tim nasional Brasil.

Sesudah penampilannya di Piala Dunia 1962, tim raksasa eropa seperti Real Madrid, Manchester United dan Juventus mulai mengincarnya.

Namun hal ini dicegah oleh pemerintah Brasil dengan mengatakan bahwa Pelé adalah bagian dari harta karun negara dan tidak diperbolehkan bermain sepak bola di luar Brasil.

Trofi pertama untuk Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista atau juara liga di mana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang.

Setahun kemudian O Rei mempersembahkan trofi Torneio Rio-São Paulo di mana Santos mengalahkan Vasco da Gama 3-0.

Sayangnya Santos tidak mampu mempertahankan trofi Campeonato Paulista.

Pada 1960 Pelé berhasil membawa Santos memenangkan trofi Campeonato Paulista akan tetapi kalah dalam Torneio Rio-São Paulo.

Pelé menyelesaikan kompetisi dengan mencetak 47 gol.

Sepanjang kariernya di Santos, Pelé telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-São Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa.

Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, di mana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965.

Pelé juga mengantarkan Santos menjuarai Piala Interkontinental yang sekarang menjadi turnamen Piala Dunia Antarklub pada tahun 1962 mengalahkan Benfica 3-2 dan 4-2 dan 1963, mengalahkan AC Milan 2-4, 4-2 dan play-off 1-0.

Pada 19 November 1969 Pelé mencetak gol ke 1.000-nya untuk Santos.

Gol itu dicetak Pelé ketika berhadapan dengan Vasco da Gama lewat tendangan penalti.

Penampilan Pelé bersama Santos telah membuatnya berkeliling dunia dalam berbagai laga eksebisi.

Salah satunya pada 1967 di mana Santos bersama Pelé tampil di Nigeria di tengah-tengah perang saudara.

Tampilnya Pelé membuat perang tersebut mengalami gencatan senjata selama 48 jam agar rakyat bisa menyaksikan Pelé tampil dalam laga eksebisi di Lagos, Nigeria.

Pelé kemudian pensiun sebagai pemain Santos pada tahun 1972.

Selama 17 tahun kariernya bersama Santos Pelé telah mengoleksi total 1.115 penampilan dan mencetak 1.091 gol. Ini merupakan sebuah rekor klub.

Pada tahun 1974, Pelé tampil sebagai duta sepak bola untuk Amerika Serikat dalam rangka memopulerkan sepak bola bersama dengan Franz Beckenbauer dan Johan Cruyff.

Pelé bergabung dengan klub New York Cosmos. Walaupun telah berumur 34 tahun, namun kemampuan Pelé masih memukau.

Dia bahkan mengantarkan New York Cosmos menjadi juara NASL (North American Soccer League) pada tahun ketiga nya.

Total Pelé tampil dalam 107 pertandingan dan mencetak 64 gol.

Karier internasional

Karier Pelé bersama Brasil dimulai pada 7 Juli 1957 di mana Brasil kalah oleh Argentina 2-1.

Pelé mencetak salah satu gol dalam pertandingan itu pada usia 16 tahun 9 bulan, sebuah rekor untuk Brasil sebagai pemain termuda yang pernah tampil untuk Brasil.

Pelé menangis ketika meraih gelar Piala Dunia pertama.

Pertandingan pertama Pelé dalam piala dunia adalah melawan Uni Soviet.

Ia adalah pemain termuda dalam turnamen itu. Pelé kemudian mencetak gol pertama untuk Brasil ketika melawan Tim nasional Wales yang mengantarkan Brasil ke semifinal melawan Prancis.

Pada babak pertama Brasil telah unggul 2-1, kemudian Pelé mencetak hattrick, menjadi pemain termuda pertama yang melakukannya.

Brasil unggul 5-1 atas Prancis. Pada final melawan tuan rumah Swedia, Pelé menjadi orang termuda yang pernah tampil dalam final Piala Dunia dalam usia 17 tahun 249 hari.

Dia mencetak 2 gol pada pertandingan itu, salah satunya didaulat sebagai salah satu gol terindah dalam sejarah Piala Dunia, sebuah lob melewati kepala bek Swedia dan disusul oleh tendangan keras terarah ke arah gawang Swedia yang dijaga oleh Kalle Svensson.

Pertandingan itu sendiri dimenangi oleh Brasil 5-2. Pelé kemudian menjadi runner-up top scorer dalam turnamen tersebut, di bawah Just Fontaine dengan 6 gol.

Brasil pun meraih trofi Piala Dunia nya yang pertama dalam sejarah.

Piala Dunia 1962

Pelé memulai pertandingan melawan Meksiko di mana Pelé memberi 1 assist dan kemudian mencetak gol kedua setelah melewati 4 pemain Meksiko.

Pertandingan itu sendiri berkesudahan 2-0. Sayangnya ia cedera ketika melawan Cekoslowakia.

Hal ini membuat Pelé absen sepanjang turnamen, perannya dalam tim Brasil digantikan oleh Garrincha yang berhasil membawa Brasil meraih gelar Piala Dunia keduanya.

Piala Dunia 1966

Turnamen ini dimulai dengan kontroversi di mana Pelé menjadi target tekel-tekel brutal oleh pemain Bulgaria dan Portugal.

Saat itu pergantian pemain belum diperbolehkan dalam pertandingan. Brasil kemudian tersingkir di babak awal.

Pelé kemudian bersumpah untuk tidak lagi berpartisipasi dalam Piala Dunia.

Ia kemudian mengubah keputusannya itu. Inggris kemudian memenangkan gelar Piala Dunia mereka yang pertama.

Piala Dunia 1970

Pelé dipanggil untuk memperkuat tim Brasil pada 1969, namun ia menolaknya.

Setahun kemudian ia kemudaian menyetujuinya dengan bermain untuk tim Brasil selama Piala Dunia 1970 dengan mencetak 6 gol.

Tim Brasil saat itu disebut-sebut sebagai tim terbaik sepanjang masa dengan Pelé, Rivelino, Jairzinho, Tostão, Gérson, Carlos Alberto Torres dan Clodoaldo sebagai anggotanya. Pertandingan pertama Brasil berhadapan dengan Cekoslowakia dengan skor akhir 4-1.

Brasil kemudian berhadapan dengan juara bertahan Inggris di mana Pelé hampir mencetak gol pertama lewat sundulan ke tiang jauh akan tetapi secara luar biasa diselamatkan oleh kiper Inggris, Gordon Banks.

Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh Brasil 1-0.

Lawan berikutnya Rumania pun kalah oleh Seleção 3-2 di mana Pelé mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas.

Peru adalah lawan Brasil berikutnya dengan bintang mudanya Teófilo Cubillas, Seleção kembali melaju lewat kemenangan 4-2 di mana Pelé memberikan assist kepada Tostão untuk mencetak gol ke-3 bagi Brasil.

Semifinal mempertemukan Brasil dengan Uruguay untuk pertama kalinya sejak final Piala Dunia 1950 di Brasil di mana Uruguay menghadirkan kedukaan yang mendalam untuk rakyat Brasil.

Pertandingan yang penuh emosi bagi rakyat Brasil dimenangkan oleh Seleção 3-1.

Italia adalah lawan Seleção di partai final di mana Pelé mencetak gol pembuka laga.

Brasil pun menyelesaikan pertandingan dengan keunggulan 4-1 di mana gol terakhir menunjukkan dominasi Brasil dalam pertandingan ini.

Bola yang di bawa pelan dari daerah pertahanan sendiri berhasil disarangkan ke gawang Italia tanpa bisa disentuh sekali pun oleh para pemain Italia.

Pelé menyelesaikan turnamen dengan mencetak 6 gol.

Trofi Jules Rimet pun menjadi milik Brasil selamanya.

Selama berkostum Seleção, Pelé tampil sebanyak 92 kali dengan mencetak 77 gol (rekor gol terbanyak untuk Brasil sampai saat ini).

Penghargaan

Brasil

Roca Cup: 1957, 1963

Piala Dunia FIFA:

Juara: 1958

Juara: 1962

Juara: 1970

Copa América:

Runner-up: 1959

Cruz Cup: 1958, 1962, 1968

Bernardo O'Higgins Cup: 1959

Atlantic Cup: 1960

Oswaldo Cruz Cup: 1958, 1962, 1968

Brasil Santos

Piala Libertadores (2): 1962, 1963

Intercontinental Supercup (1): 1968[9]

Supercopa de Campeones

Intercontinentales (1): 1968

Piala Interkontinental (2): 1962, 1963

Campeonato Brasileiro Série A (6): 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1968

Torneio Rio-São Paulo (4): 1959, 1963, 1964, 1966

Campeonato Paulista (10): 1958, 1960, 1961, 1962, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1973

Amerika Serikat New York Cosmos

North American Soccer League, Soccer Bowl (1): 1977

North American Soccer League, Atlantic Conference Championship (1): 1977

Total, Pelé berhasil meraih 40 titel resmi.

Individu

Brasil Santos

Piala Interkontinental: Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Pencetak Gol Terbanyak Piala Libertadores (1): 1965

Pencetak Gol Terbanyak Campeonato Brasileiro Série A (3): 1961, 1963, 1964.

Pencetak Gol Terbanyak Campeonato Paulista (11): 1957, 1958, 1959, 1960, 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1969, 1973.

Pencetak Gol Terbanyak Torneio Rio-São Paulo (1): 1963.

Brasil

Pencetak Gol Terbanyak Copa América (1): 1959.

Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Tim Nasional Sepak Bola Brasil, 77 goals
Pemain Muda Terbaik Piala Dunia:

Juara (1): 1958

Silver Boot Piala Dunia: 1958

Silver Ball Piala Dunia FIFA: 1958

Golden Ball (Pemain Terbaik) Piala Dunia:

Juara (1): 1970

Pemain Terbaik Copa America: 1959

Pencetak Gol Tersukses pada Divisi Utama se-Dunia: 541 gol

Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa dalam hitungan tahun kalender: 127 gol (1959)

Rekor dunia hat trick terbanyak: 92

BBC Sports Personality of the Year
Overseas Personality:

Juara (1): 1970

BBC Sports Personality of the Year Lifetime Achievement Award:

Juara (1): 2005

Greatest football player to have ever played the game, oleh Golden Foot: 2012

Athlete of the Century, oleh Reuters News Agency: 1999

Athlete of the Century, dipilih oleh International Olympic Committee: 1999

Athlete of the Century, dipilih oleh junalis seluruh dunia, polling oleh harian Prancis L'Equipe: 1981

Pemain Terbaik Amerika Selatan: 1973
Dilantik National Soccer Hall of Fame Amerika pada 1993.

Knight Commander of the Order of the British Empire: 1997

Pada tahun 1989, Korea Utara mencetak prangko bergambar Pelé.

UNICEF Football Player of the Century: 1999

Salah satu dari 100 "Orang Paling Penting pada Abad ke-20" majalah TIME: 1999

Player of the Century FIFA: 2000 Diego Maradona

Football Player of the Century, dipilih oleh France Football's Golden Ball Winners: 1999

Football Player of the Century, oleh IFFHS: 1999

South America Football Player of the Century, oleh IFFHS: 1999

Laureus World Sports Awards, Penghargaan Lifetime Achievement dari Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela: 2000

Honoris Causa dari Universitas Edinburgh: 2012

Hadiah dari French Academy of Sports: 1971

Red Medal of Paris, oleh City Hall of the French Capital: 1971

Sword of Soccer Honor, oleh English Soccer Annual (orang non-British pertama yang mendapat penghargaan ini): 1966

Knight of the Legion d’Honneur of France, oleh Pemerintah Prancis: 1963

Sebuah konsensus media dan ahli sepak bola sepakat menempatkan Pelé sebagai pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved