Kamis, 23 April 2026

Polisi tampar warga

Kapolsek Batudaa Pantai-Gorontalo Diduga Tampar Warga Hingga Pingsan, Begini Kronologinya

Keempat warga ini diduga memicu tawuran warga antara Desa Lamu dan Langgula. Meski begitu, para korban ini telah menjelaskan duduk perkaranya kepada k

Tayang:
zoom-inlihat foto Kapolsek Batudaa Pantai-Gorontalo Diduga Tampar Warga Hingga Pingsan, Begini Kronologinya
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
4 warga diduga ditampar Kapolsek Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Tak terima, kapolsek dilaporkan ke Propam Polda Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mohammad Ikbal Kadiri menceritakan kronologi 4 warga sebelum ditampar Kapolsek Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. 

Menurut Ikbal Kadiri, peristiwa penamparan itu bermula saat Kapolsek Batudaa Pantai menginterogasi 4 warga Desa Lamu. 

Keempat warga ini diduga memicu tawuran warga antara Desa Lamu dan Langgula. Meski begitu, para korban ini telah menjelaskan duduk perkaranya kepada kapolsek. 

Keempat warga diinterogasi pada Kamis (29/12/2022). Mereka adalah Sukiman Kamsia, Amirudin Abdullah,Latif Suleman, dan Abdurrahman Rasyid.

Kata Ikbal, tak ada tawuran. Adanya hanya penganiayaan yang pelakunya diduga warga Desa Langgula. 

Kebetulan, antara Desa Lamu dan Desa Langgula ini, hanya bertetangga. 

“Dari informasi (adanya tawuran) itu Kapolsek turun langsung dan menginterogasi keempat korban ini,” kata dia. 

Padahal, masalah itu sudah diselesaikan oleh aparat desa setempat. 

Karena itu, saat diinterogasi oleh oknum polisi itu, Sukiman Kamsia menjelaskan duduk persoalan di desa dan meminta aparat desa saja yang menyelesaikan. 

“Tapi karena pak kapolsek tidak menerima itu langsung menyampaikan ‘kamu banyak mulut’, akhirnya langsung melakukan tindakan pemukulan ini dengan tamparan.” kata Ikbal. 

Tamparan Kapolsek Batudaa Pantai mengenai samping leher bagian kiri masing-masing korban.

Nahas, seorang korban bernama Abdurrahman Rasyid, tak sadarkan diri usai mendapatkan tamparan dari polisi berpangkat IPDA tersebut. 

“Saat terjadi pemukulan salah satu korban itu langsung pingsan di tempat,” ujar Ikbal Kadiri.

Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RS Otanaha, Kota Gorontalo.

Karena tak terima, masing-masing anggota keluarga dari 4 warga ini, melapor ke Propam Polda Gorontalo. Mereka mendatangi SPKT meski sudah larut malam.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengaku sudah menerima informasi insiden tersebut. 

Namun, sejauh ini belum memastikan kebenarannya, Wahyu mengungkapkan, “apabila memang terbukti melakukan pelanggaran tentu akan diproses tegas sesuai ketentuan yang berlaku,”. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved