BMKG - BRIN Jelaskan Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Menhub: Jangan Keluar Kota jika Tak Penting
Cuaca ekstrem di akhir tahun! Masyarakat diimbau tidak keluar rumah dan kota jika tidak begitu penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/281222-budikarya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Cuaca ekstrem di akhir tahun! Masyarakat diimbau tidak keluar rumah dan kota jika tidak begitu penting.
BMKG memprakirakan hujan lebat, petir/kilat dan angin kencang akan berlangsung di sejumlah daerah Indonesia mulai Rabu 28 Desember 2022 hingga awal tahun 2023.
Fenomena alam ini dapat berakibat banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia mengimbau agar masyarakat menunda perjalanan keluar kota mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di sejumlah daerah.
"Saya mengimbau agar kalau enggak penting-penting banget kita jangan keluar kota, di kota saja sehingga lebih aman," kata Budi dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (27/12/2022).
Budi menyoroti Pelabuhan Merak dan Kepulauan Karimunjawa yang terdampak cuaca ekstrem.
Ia mengatakan, hal tersebut menjadi catatan di daerah lain untuk mulai mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
"Juga Cipali dan Subang punya potensi untuk banjir," ujarnya.
Dikutip dari Travel Kompas.com, berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara pada Senin (26/12/2022), tercatat sebanyak 356 wisatawan sudah beberapa hari tertahan di Kepulauan Karimunjawa.
Ratusan wisatawan yang didominasi oleh wisatawan domestik dengan sisanya 40 turis asing, tidak bisa kembali naik kapal akibat faktor cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Terhitung sejak Jumat (23/12/2022) hingga Senin (26/12/2022) tidak ada kedatangan maupun keberangkatan kapal penumpang pada Pelabuhan Karimunjawa.
"Hingga hari ini (Senin 26 Desember 2022), lalu lintas penyeberangan dari dan ke Karimunjawa belum normal akibat kondisi cuaca di laut Jawa, termasuk perairan utara Jawa Tengah yang cenderung buruk dan gelombang laut belum aman untuk aktivitas pelayaran," kata Kepala Syahbandar Karimunjawa Sunu Retmawanto, dikutip Kompas.com (26/12/2022).
Dengan demikian, hingga Senin (26/12/2022), lalu lintas penyeberangan ke Karimunjawa dan sebaliknya dinyatakan belum normal oleh otoritas keselamatan pelayaran setempat.
Prediksi hujan ekstrem dan badai dahsyat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 28 Desember 2022 menggemparkan masyarakat.
Prediksi tersebut datang dari peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin.
Melalui akun Twitter @EYulihastin, pada Senin (26/12/2022), disebutkan potensi hujan ekstrem dan badai dahsyat berdasarkan analisis data dari Satellite Early Warning System atau Sadewa.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengaku belum dapat memastikan isu terjadinya badai pada di Jabodetabek pada hari ini.
Alih-alih badai, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya lebih memilih menyebutnya sebagai hujan lebat dan hujan ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek.
Prediksi BRIN Erma dalam twitnya menjelaskan, hujan ekstrem dan badai dahsyat akan mengguyur Jabodetabek pada hari ini, Rabu, 28 Desember 2022.
"Siapa pun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," tulis Erma.
Erma turut melampirkan pantauan laman Sadewa yang menampilkan arah datangnya hujan dan badai dahsyat.
Peneliti klimatologi ini menjelaskan, badai dahsyat akan bermula dari laut dan berpindah ke darat melalui dua jalur.
Pertama, dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut atau westerly burst. Kedua, dari utara melalui angin permukaan yang kuat atau northerly.
"Sehingga ada dua suplai hujan atau dua suplai badai yang besok akan terakumulasi di kawasan Jabodetabek tersebut," ujar Erma saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (27/12/2022).
"Maka Banten, dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut. Dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," lanjut Erma.
Adapun berdasarkan simulasi terkini oleh BMKG, Dwikorita mengatakan bahwa hujan ekstrem sampai pada level badai diperkirakan terjadi pada 30 Desember 2022 dan bukan hari ini.
Dikutip dari pemberitaan Kompas TV, Selasa (28/12/2022), ancaman badai 28 Desember 2022 masih terkendali.
"Kalau hujan ekstrem tidak harus badai. Insyaallah terkendali. Hanya tanggal 29 mulai diwaspadai menurut prediksi," jelas dia.
Dwikorita mengungkapkan, istilah badai merujuk pada pusaran angin. Khusus Jabodetabek, kata dia, belum ada indikasi merah pada 28 Desember 2022.
"Dikhawatirkan malah di Jateng dan Laut Jawa. Itu memang terjadi. Sedangkan 28 Desember masih hijau, itu artinya levelnya ringan sampai sedang," terangnya.
Merujuk pada analisis BMKG, 28 Desember 2022 memang masih akan terjadi hujan, tetapi belum masif.
Barulah saat 30 Desember, hujan akan mulai masif sampai pada level badai. "Kemudian, hati-hati penggunaan istilah. Jadi ada serangan badai, barangkali perlu diluruskan. Ini hujan lebat ya," papar dia.
Terkait ancaman hujan ekstrem yang mengguyur sejumlah wilayah Indonesia, Dwikorita memastikan bahwa BMKG dan BRIN tengah bekerja sama untuk memodifikasi cuaca.
"Tentang potensi hujan ekstrem, kami kerja sama dengan BRIN," kata Dwikorita. Kerja sama tersebut berupaya agar awan hujan ekstrem dipaksa turun di laut Jawa atau wilayah luar permukiman penduduk.
"Kita berupaya agar awan-awan hujan masuk ke darat, buat hujan lebat atau ekstrem dipaksa turun di laut Jawa atau di wilayah luar permukiman di waduk atau danau," tutur dia.
(*)