Banjir Boalemo
Dua Sungai di Boalemo-Gorontalo Meluap, 5 Desa Terendam
Kepala BPBD Boalemo, Mans Mopangga mengungkapkan, dua sungai yang meluap itu menyebabkan 5 desa terendam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17122022_Banjir-Boalemo-001.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Tilamuta dan Sungai Tohulito di Kabupaten Boalemo, meluap, Sabtu (17/12/2022).
Kepala BPBD Boalemo, Mans Mopangga mengungkapkan, dua sungai yang meluap itu menyebabkan 5 desa terendam.
Akibatnya, diperkirakan sekitar 2061 Kepala Keluarga atau 6612 jiwa terdampak. Ribuan jiwa itu tersebar di Kecamatan Tilamuta; Desa Piloliyanga, Limbato, Mohungo, Hungayonaa, dan Kecamatan Dulupi di Desa Lamu.
“Tadi itu tinggi air sudah setinggi dada orang dewasa. Makanya kami tadi kerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga,” ungkap Mans Mopangga dihubungi via whatsapp, Sabtu (17/12/2022).
Menurut dia, luapan air dua sungai itu terjadi sejak pukul 17.00 Wita. Hingga 20.00 Wita, air terus menerjang permukiman warga, hingga menyebabkan pihaknya melakukan evakuasi.
Beruntung kata dia, pukul 23.30 Wita, air perlahan mulai surut, terutama di Desa Mohungo yang posisinya berada di jalan poros utama Kecamatan Tilamuta, Boalemo.
Meski begitu kata Mans, saat ini ia menerima kabar air mulai naik di dua desa di Kecamatan Dulupi, yakni Desa Tabongo dan Desa Dulupi.
Dua desa ini memang tidak dilaporkan sejak awal, karena memang tidak terdampak. Baru-baru ini, ia mengetahui jika dua desa itu juga ikut diterjang banjir. Namun ia belum memastikan kondisinya saat ini.
Man mengaku, saat ini ia bersama tim BPBD tengah melakukan distribusi makanan siap saji. Makanan bungkus yang dimasak di dapur umum yang dikelola Dinas Sosial setempat.
“Saat ini saya bersama tim sedang membagikan nasi bungkus untuk para korban terdampak.” tukas Mans yang lantas izin mematikan ponsel karena sedang sibuk membagikan bantuan makanan kepada warga.
Sebelumnya diberitakan, sejak sore, saat air banjir menerjang, jalan poros utama Jl Trans Sulawesi tidak dapat dilalui. Karena itu, pengendara dari arah Kabupaten Pohuwato ke Kota Gorontalo ataupun Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tidak dapat melintas.
Jalan poros utama itu membentang di tengah Desa Mohungo yang kala itu terendam banjir hingga 1 meter. Kepolisian setempat mengimbau pengendara putar balik. (*)