Minggu, 8 Maret 2026

Capres Nasdem Melayat, Anies Baswedan: Selamat Jalan Bang Remy Sylado

Calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan melayat ke rumah duka almarhum Remy Sylado.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Capres Nasdem Melayat, Anies Baswedan: Selamat Jalan Bang Remy Sylado
TribunGorontalo.com/@aniesbaswedan
Calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan melayat ke rumah duka almarhum Remy Sylado di Jakarta. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan melayat ke rumah duka almarhum Remy Sylado.

Momen duka cita itu dibagikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada akun Instagramnya @aniesbaswedan, Selasa 13 Desember 2022.

Anies mengunggah 4 foto mulai dari melayat dan momen sebelumnya bersama sastrawan berdarah Manado (Minahasa), Sulawesi Utara itu di Tarakan.

Remy Sylado meninggal dunia pada Senin (12/12/2022). Anies juga menuliskan keterangan foto.

"Ars Longa Vita Brevis (Karya seni berumur panjang, tetapi kehidupan itu singkat.)

Kami mengirim ucapan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan oleh Remy Sylado.

Sungguh kehilangan bagi bangsa ini, karena sebagai seorang sastrawan dan intelektual, Bang Remy telah memberikan sumbangsih bagi kemajuan dan perkembangan literatur Indonesia.

Selamat jalan, Remy Sylado..."

Status Anies yang diunggah itu telah mendapatkan 21.078 like dan 155 komentar dalam 3 jam.

Kepergian pria yang memiliki nama lengkap Japi Panda Abdiel Tambajong diungkapkan politisi Partai Gerindra Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin siang.

Berikut profil Remy Sylado dikutip dari wikipedia.org.

Yapi Panda Abdiel Tambayong (12 Juli 1945 – 12 Desember 2022), yang lebih dikenal dengan nama pena Remy Sylado, adalah seorang sastrawan, dosen, novelis, penulis, penyanyi, aktor dan mantan wartawan Indonesia keturunan Minahasa, Sulawesi Utara.

Kariernya berlangsung lebih dari lima dekade, sebagai aktor ia muncul di belasan film layar lebar dan merupakan salah satu aktor paling disegani di generasinya.

Ia juga seorang penulis aktif yang beberapa karyanya telah diadaptasi ke layar lebar.

Satu di antaranya film populer yang pernah dibuat berdasarkan tulisannya adalah Ca-bau-kan (2002) dari novel berjudul sama Ca-bau-kan: Hanya Sebuah Dosa (1999).

Penampilannya dalam drama romantis Tinggal Sesaat Lagi (1986), drama keluarga Akibat Kanker Payudara (1987) dan drama keluarga 2 dari 3 Laki-Laki (1989) mendapatkan apresiasi dan pujian kritis, yang kesemuanya itu membuatnya mendapatkan nominasi untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia, ketiganya sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

Masa kecil

Dia besar di lingkungan keluarga Tambayong di Malino, Ujung Pandang (kini Makassar).

Masa kecil dan remaja dihabiskan di Semarang dan Solo. Sejak kecil hobi bertanya tentang banyak hal terkait dengan urusan agama.

Latar belakang agamanya yang kuat membuat orangtua Yapi mengirimnya untuk bersekolah ke seminari.

1312-anies-2
Calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan mengunjungi Remy Sylado di RS Tarakan.

Karier

Ia memulai karier sebagai wartawan majalah Tempo (Semarang, 1965), redaktur majalah Aktuil Bandung (sejak 1970), dosen Akademi Sinematografi Bandung (sejak 1971), ketua Teater Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.

Dia menulis kritik, puisi, cerpen, novel (sejak usia 18), drama, kolom, esai, sajak, roman populer, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi.

Remy terkenal karena sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya.

Ia juga salah satu pelopor penulisan Puisi mBeling bersama Jeihan dan Abdul Hadi WM.

Selain menulis banyak novel, ia juga dikenal piawai melukis, berdrama, dan tahu banyak akan film.

Saat ini ia bermukim di Bandung. Remy pernah dianugerahi hadiah Kusala Sastra Khatulistiwa 2002 untuk novelnya Kerudung Merah Kirmizi.

Remy juga dikenal sebagai seorang Munsyi, ahli di bidang bahasa.

Dalam karya fiksinya, sastrawan ini suka mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai.

Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisannya yang tidak diragukan lagi.
Penulisan novelnya didukung dengan riset yang tidak tanggung-tanggung.
Seniman ini rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua dan menelusuri pasar buku tua.
Pengarang yang masih menulis karyanya dengan mesin ketik ini juga banyak melahirkan karya berlatar budaya di luar budayanya.

Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia juga kerap diundang berceramah teologi.

Remy Sylado pernah dan masih mengajar di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan Jakarta, seperti Akademi Sinematografi, Institut Teater dan Film, Sekolah Tinggi Teologi.

Dia seorang poliglot, menguasai banyak bahasa. Dalam beberapa kesempatan, dia sering berpakaian serba putih sebagai ciri khasnya.

Kabar meninggal

Dikutip dari Warta Kota, kabar duka meninggal Remy Sylado disampaikan politisi Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin siang.

Fadli Zon mengunggah foto kenangannya saat menjenguk Remy Sylado saat sedang terbaring sakit.

Kabar duka meninggal Remy Sylado disampaikan politisi Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin (12/12/2022) siang. Fadli Zon mengunggah foto kenangannya saat menjenguk Remy Sylado saat sedang terbaring sakit.

Kabar duka meninggal Remy Sylado disampaikan politisi Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin (12/12/2022) siang.

"Selamat jalan Bang Remy Sylado. RIP," tulis Fadli Zon.

Sampai kabar ini terdengar, Emmy Louisa Tambayong, istri Remy Sylado, belum dapat dimintai keterangannya terkait kabar duka tersebut.

Pesan yang dikirimkan wartawan dibalas putra Remy Sylado.

Kabar itu menyebutkan kemungkinan jenazah Remy Sylado akan dimakamkan Selasa (13/12/2022).

Sebelumnya, Remy Sylado diizinkan pulang setelah menjalani perawatan di RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, pada awal Februari 2022.

Sebagai penghormatan atas dedikasi munsyi, sastrawan dan budayawan gaek itu, digelar Doa untuk Remy Sylado, pada 4 Februari 2022.

Kabar duka meninggal Remy Sylado disampaikan politisi Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin (12/12/2022) siang.

Kabar duka meninggal Remy Sylado disampaikan politisi Fadli Zon melalui akun media sosialnya, Senin (12/12/2022) siang. (antara foto)

Acara doa bersama juga diisi lelang lukisan Remy Sylado dan pembacaan puisi karya Remy Sylado.

Acara tersebut akan berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

Jose Rizal Manua, Ketua Panitia Pelaksana Doa untuk Remy Sylado, mengatakan, sejumlah tokoh seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap ikut acara doa bersama untuk Remy Sylado.

Hadir pula aktris Jajang C Noer, Reza Rahadian hingga Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri dalam acara itu.

Kelima tokoh tersebut juga akan membacakan sejumlah sajak karya Remy Sylado, diantaranya sajak berjudul Lanskap Toba, Pasturel, Bunaken, Alamat Kita, Apakah Negerinya Masih, Dalam Cara Anak, dan Semua Keindahan Terwujud.

Hadir pula sejumlah pejabat negara, seperti Ketua MPR Bambang Soesatyo, Fadli Zon, dan Menpareraf Sandiaga Uno.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved