Bom Bandung
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Disebut Afiliasi Jamaah Ansharut Daulah Bandung
Pria bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim itu merupakan eks narapidana (napi) teroris yang pernah ditangkap pada 2017 lalu karena terlibat dalam ka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/07122022_Bom-Bunuh-Diri_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung terafiliasi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung atau Jawa Barat.
Pria bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim itu merupakan eks narapidana (napi) teroris yang pernah ditangkap pada 2017 lalu karena terlibat dalam kasus terorisme di Cicendo.
Kata Kapolri, pelaku ini juga sebetulnya pernah menjalani masa hukuman 4 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, kemudian bebas.
Kendati telah dibebaskan, aktivitas pelaku tetap dalam pemantauan karena merupakan eks napi teroris.
"Yang bisa saya jelaskan bahwa pelaku terafiliasi dengan kelompok JAD Bandung atau JAD Jawa Barat," jelas Listyo Sigit, dalam konferensi pers di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Rabu siang, (07/12/2022).
Diketahui, dari peristiwa bom bunuh diri tersebut, mengakibatkan polisi gugur hingga Kantor kepolisian diperketat.
"Update korban peristiwa bom bunuh diri TKP Polsek Astanaanyar dari anggota Polri satu orang meninggal dunia," jelasnya Brigjen Ahmad Ramadhan, Karopenmas Divisi Humas Polri.
Jumlah korban terkonfirmasi ada 11 orang.
Dari 11 orang , ada 10 korban merupakan anggota kepolisian. Lalu yang meninggal yakni Aiptu Sofyan.
Sedangkan satu korban lain merupakan warga sekitar yang mengalami luka-luka karena saat kejadian ia sedang melintas di depan tempat kejadian perkara.
Mengutip TribunJabar.id, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana menyampaikan jika pihaknya telah mengadakan sterilisasi.
"Dan kami sudah mengadakan sterilisasi dan memastikan Mapolsek Astana Anyar sudah dalam keadaan clear, tidak ada lagi bahan peledak yang ditemukan," ujar.
Olah TKP juga dilakukan serta pemeriksaan identitas pelaku pengeboman.
"Data pelaku bom bunuh diri sedang kami identifikasi dan akan kami cross check dengan hasil pemeriksaan hasil sidik jari yang didapatkan sesudah TKP," pungkasnya. (*)