ESDM: Penggunaan PLTS Jadi Upaya Atasi Darurat Energi

Hal tersebut disampaikan Andriah melalui keterangan tertulisnya, usai peresmian  PLTS Atap milik PT Indo Kordsa Tbk, berkapasitas 4,8 MegaWatt-peak

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misna, menyatakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap merupakan salah satu upaya mengatasi darurat energi.

Hal tersebut disampaikan Andriah melalui keterangan tertulisnya, usai peresmian  PLTS Atap milik PT Indo Kordsa Tbk, berkapasitas 4,8 MegaWatt-peak (MWp) oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian di pabrik Indo Kordsa, Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu.(23/11/2022).

"Kita tahu kita punya target (pencapaian bauran energi nasional dari energi baru terbarukan) yang besar, 23 persen di tahun 2025, dan kalau kita lihat capaiannya saat ini masih di bawah dari yang kita harapkan," kata Andriah. 

PLTS Atap swasta itu dilengkapi lebih dari 8.800 panel dengan kapasitas 4,8 MWp dan menghasilkan sekitar 6.800 MegaWatt-jam (MWh) listrik terbarukan, sehingga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 5.400 ton emisi CO2.

Feby menyebutkan, salah satu sumber energi terbarukan yang potensinya sangat melimpah di Indonesia adalah energi surya.

Potensi energi surya di Indonesia mencapai 3.295 GW, namun potensi yang dimanfaatkan untuk PLTS masih sangat minim yakni 260 MW.

"Berbagai program didorong oleh pemerintah untuk memanfaatkan energi surya baik itu melalui Program PLTS Skala Besar, PLTS Terapung, dan juga PLTS Atap," ungkapnya. 

Menurutnya, PLTS Atap merupakan salah satu program yang didorong oleh pemerintah untuk mengisi gap pencapaian target bauran energi terbarukan.

PLTS Atap menjadi solusi pemanfaatan energi terbarukan di perkotaan yang lahannya terbatas.

"Berdasarkan identifikasi kami, potensi PLTS atap secara nasional mencapai 32,5 GW dari pelanggan golongan rumah tangga, industri, bisnis, sosial maupun pemerintah," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Indo Kordsa, Omur Mentes mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan penghasil dan penyedia energi global terpadu, TotalEnergies, selama sekitar satu tahun membangun konstruksi PLTS atap.

"Ini merupakan yang terbesar di antara proyek Kordsa lainnya di enam negara dan terbesar di Kabupaten Bogor. PT Indo Kordsa Tbk juga menjadi perusahaan tekstil kedua di Indonesia yang memanfaatkan solar rooftop," kata Omur. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved