Piala Dunia 2022

Skuad Polandia di Piala Dunia 2022: Tumpuan Robert Lewandowski

Polandia berada di Grup C Piala Dunia 2022 Qatar. Satu grup dengan Argentina, Arab Saudi dan Meksiko. Robert Lewandowski (Barcelona) menjadi tumpuan.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Robert Lewandowski dan timnas Polandia. Polandia berada di Grup C Piala Dunia 2022 Qatar. Satu grup dengan Argentina, Arab Saudi dan Meksiko. Robert Lewandowski (Barcelona) menjadi tumpuan. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Polandia berada di Grup C Piala Dunia 2022 Qatar. Satu grup dengan Argentina, Arab Saudi dan Meksiko.

Robert Lewandowski (Barcelona) menjadi tumpuan Polandia untuk lebih berbuat banyak di Qatar.

Ada Arkadiusz Milik (Juventus), Krzysztof Piatek (Salernitana), Karol Swiderski (Charlotte FC) yang bakal membantu Lewandowski di lini depan.

Berikut profil singkat negara Polandia bersama skuad Piala Dunia 2022 yang dikutip dari wikipedia.org dan tribunnews.com.

Polandia adalah sebuah negara republik di Eropa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jerman di sebelah barat Perbatasan Oder-Neisse, Ceko, dan Slowakia di sebelah selatan, Rusia (Kaliningrad), Lituania di sebelah timur laut dan Belarus serta Ukraina di sebelah timur.

Polandia adalah negara anggota Uni Eropa. Ibu kota Polandia dan kota terbesar adalah Warsawa.

Polandia adalah negara yang maju dan kuat di kawasan ini.

Negara ini memiliki ekonomi terbesar kedelapan dan salah satu yang paling dinamis di Uni Eropa dengan Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tinggi.

Selain itu, Bursa Efek Polandia di Warsawa adalah salah satu yang terbesar dan paling penting di Eropa Tengah.

Polandia mempertahankan ekonomi berpenghasilan tinggi bersama dengan standar hidup yang sangat tinggi, kualitas hidup, keselamatan, pendidikan, dan kebebasan ekonomi.

Polandia memiliki 15 Situs Warisan Dunia UNESCO, 14 di antaranya adalah budaya. Negara anggota Uni Eropa, Kawasan Schengen, PBB, NATO, OECD, Inisiatif Tiga Laut, dan Grup Visegrad.

Sejarah Polandia bermula dengan kedatangan suku bangsa Slavi, yang mendirikan permukiman-permukiman permanen masyarakat Slavi Barat di negeri Polandia pada awal abad pertengahan.

Wangsa Piast, wangsa yang pertama kali memerintah Polandia, muncul pada abad ke-10 Masehi. Adipati Mieszko I (mangkat tahun 992) dihormati sebagai pendiri de facto negara Polandia, dan dimuliakan sebagai tokoh yang berjasa menyebarluaskan agama Kristen ragam Barat di negeri Polandia seusai dibaptis pada tahun 966.

Negara Kadipaten Polandia yang didirikan Adipati Mieszko resmi menjadi sebuah kerajaan pada tahun 1025 berkat usaha putranya, Raja Bolesław Pemberani.

Di antara raja-raja Polandia dari wangsa Piast, mungkin Raja Kazimierz Agunglah yang paling besar kekuasaannya.

Raja Polandia terakhir dari wangsa Piast ini memerintah tatkala Polandia mengenyam kemakmuran ekonomi dan mengalami pertambahan luas wilayah kedaulatan. Raja Kazimierz Agung mangkat pada tahun 1370 tanpa meninggalkan ahli waris laki-laki.

Pada masa pemerintahan raja-raja Polandia dari wangsa Jagiellon, dari abad ke-14 sampai abad ke-16, Polandia membina hubungan akrab dengan Kadipaten Agung Lituania, mengalami Renaisans, dan melanjutkan usaha perluasan wilayah kedaulatan yang berpuncak pada pembentukan negara Persemakmuran Polandia-Lituania pada tahun 1569.

Mula-mula negara Persemakmuran Polandia-Lituania mampu mempertahankan tingkat kemakmuran yang dicapai Polandia pada zaman wangsa Jagiellon dengan menerapkan sistem demokrasi kaum ningrat yang sudah sangat maju.

Meskipun demikian, sejak pertengahan abad ke-17, negara raksasa ini memasuki zaman kemerosotan akibat perang dan keterpurukan sistem politik.

Ikhtiar-ikhtiar pembaharuan di dalam negeri diupayakan menjelang akhir abad ke-18, teristimewa dengan mengesahkan Konstitusi 3 Mei 1791, tetapi kekuatan-kekuatan asing di sekelilingnya tidak membiarkan proses pembaharuan itu berjalan lancar.

Kemerdekaan negara Persemakmuran Polandia-Lituania berakhir pada tahun 1795, sesudah Kekaisaran Rusia, Kerajaan Prusia, dan Monarki Habsburg Austria menggempur dan membagi-bagi wilayah negara itu.

Dari tahun 1795 sampai tahun 1918, tidak ada negara Polandia yang sungguh-sungguh merdeka, kendati rakyat Polandia gigih menggencarkan gerakan-gerakan perlawanan.

Sesudah gagalnya pemberontakan bersenjata terakhir melawan Kekaisaran Rusia, yakni Pemberontakan Januari tahun 1863, rakyat Polandia memelihara keutuhan jati diri bangsanya melalui prakarsa-prakarsa di bidang pendidikan dan program "karya organik" yang bertujuan memodernkan ekonomi dan masyarakat Polandia.

Peluang meraih kemerdekaan baru muncul sesudah Perang Dunia I, manakala tiga negara yang menguasai tiga pecahan wilayah Polandia sudah melemah akibat perang dan revolusi.

Republik Polandia Kedua terbentuk pada tahun 1918, dan berdiri sebagai negara merdeka sampai dihancurkan pada tahun 1939 oleh Jerman Nazi dan Uni Soviet dalam peristiwa invasi Polandia di awal Perang Dunia II.

Jutaan warga Polandia binasa pada masa pendudukan Polandia oleh Nazi antara 1939 sampai 1945, karena negara Jerman menggolongkan orang Polandia beserta suku-suku bangsa Slavi lainnya, orang Yahudi, dan orang Rom (kaum gipsi) sebagai submanusia.

Para pejabat Nazi menyasar orang-orang Yahudi dan Rom untuk dimusnahkan dalam jangka pendek, tetapi menunda pemusnahan dan/atau memperbudak bangsa Slavi sebagai bagian dari "Generalplan Ost" ("Rencana Umum bagi Timur") yang digagas oleh rezim Nazi.

Meskipun demikian, selama masa perang, orang-orang Polandia membentuk Pemerintahan Polandia dalam pengasingan dan membantu pihak Sekutu untuk memenangkan perang dengan cara berpartisipasi dalam kampanye-kampanye militer, baik di Front Timur maupun di Front Barat.

Gerak maju Tentara Merah Soviet ke arah barat pada tahun 1944 dan 1945 memaksa mundur pasukan-pasukan Jerman Nazi dari Polandia, dan membuka jalan bagi berdirinya sebuah negara komunis satelit Uni Soviet, yang sejak 1952 dikenal dengan nama Republik Rakyat Polandia.

Sebagai dampak dari penyesuaian wilayah berdasarkan mandat pihak Sekutu di akhir Perang Dunia II pada tahun 1945, pusat gravitasi geografis Polandia bergeser ke barat.

Negeri Polandia dengan tapal-tapal batas yang baru itu pun banyak kehilangan ciri khas keberagaman suku bangsa yang mula-mula dimilikinya sebagai akibat dari pemusnahan, pengusiran, dan migrasi berbagai suku bangsa selama dan sesudah perang.

Pada akhir era 1980-an, gerakan reformasi Polandia, Solidaritas, berperan penting dalam upaya transisi damai dari bentuk negara komunis ke sistem ekonomi kapitalis dan demokrasi parlementer liberal.

Proses peralihan ini menghasilkan pembentukan negara Polandia modern, yakni Republik Polandia Ketiga, yang didirikan pada tahun 1989.

Skuad Polandia di Piala Dunia 2022

Kiper:

1) Wojciech Szczesny (Juventus),

2) Bartlomiej Dragowski (Spezia),

3) Lukasz Skorupski (Bologna).

Bek:

4) Jan Bednarek (Aston Villa),

5) Kamil Glik (Benevento),

6) Robert Gumny (FC Augsburg),

7) Artur Jedrzejczyk (Legia Warsaw),

8) Jakub Kiwior (Spezia),

9) Mateusz Wieteska (Clermont),

10) Bartosz Bereszynski (Sampdoria),

11) Matty Cash (Aston Villa),

12) Nicola Zalewski (AS Roma).

Gelandang:

13) Krystian Bielik (Birmingham City),

14) Przemyslaw Frankowski (Lens),

15) Kamil Grosicki (Pogon Szczecin),

16) Grzegorz Krychowiak (Al-Shabab),

17) Jakub Kaminski (VfL Wolfsburg),

18) Michal Skoras (Lech Poznan),

19) Damian Szymanski (AEK Athens),

20) Sebastian Szymanski (Feyenoord),

21) Piotr Zielinski (Napoli),

22) Szymon Zurkowski (Fiorentina).

Penyerang:

23) Robert Lewandowski (Barcelona),

24) Arkadiusz Milik (Juventus),

25) Krzysztof Piatek (Salernitana),

26) Karol Swiderski (Charlotte FC).

Jadwal Grup C

Argentina

Arab Saudi

Meksiko

Polandia

Selasa, 22 November 2022

17:00 WIB: Argentina vs Arab Saudi - SCTV, Vidio, Moji

23:00 WIB: Meksiko vs Polandia - SCTV, Vidio, Moji

Sabtu, 26 November 2022

23:00 WIB: Argentina vs Meksiko - SCTV, Vidio, Moji

Minggu, 27 November 2022

02:00 WIB: Polandia vs Arab Saudi - SCTV, Vidio, Moji

Kamis, 1 Desember 2022

02:00 WIB: Polandia vs Argentina - Vidio

02:00 WIB: Arab Saudi vs Meksiko - SCTV, Vidio, Moji

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved